INVESTIGASI TOP

Sabtu, 18 April 2026

Disorot Publik, Respons Polsek Dumai Timur Dinilai Lambat hingga Diduga Perlambat Penyelidikan


Kota Dumai, investigasitop – Kinerja Polsek Dumai Timur, Kecamatan Dumai Timur, Kelurahan Bukit Batrem, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat dan awak media menilai respons aparat, khususnya Kanit dan penyidik, lambat dalam menangani laporan, bahkan muncul dugaan proses penyelidikan berjalan tidak transparan dan cenderung diperlambat.

Keluhan masyarakat mengarah pada dua hal utama, yakni lambatnya respons awal terhadap laporan dan tidak jelasnya perkembangan penanganan perkara.
 
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan informasi terkait tindak lanjut laporan yang telah mereka sampaikan.

Salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa laporan yang dibuat sering tidak segera ditindaklanjuti. “Melapor itu saja sudah sulit, responsnya lambat. Saat ditanya perkembangan, tidak ada kejelasan. Hasil penyelidikan juga berlarut-larut,” ujarnya.

Awak media di Kota Dumai turut menguatkan adanya keluhan serupa. Mereka menilai keterbukaan informasi dan komunikasi dari pihak kepolisian di tingkat Polsek masih minim, terutama terkait perkembangan penanganan perkara yang menjadi konsumsi publik.

Dari berbagai laporan yang dihimpun, muncul dugaan di tengah masyarakat bahwa proses penyelidikan tidak berjalan efektif dan transparan. Bahkan, sebagian warga menyinggung adanya persepsi negatif terkait dugaan “pelicin” untuk mempercepat penanganan laporan.

Namun demikian, dugaan tersebut belum dapat dibuktikan secara hukum dan masih sebatas opini masyarakat.

Secara hukum, pelayanan publik dan penegakan hukum oleh aparat kepolisian memiliki landasan yang jelas. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28D ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil. Selain itu, Pasal 28F UUD 1945 menegaskan hak setiap warga negara untuk memperoleh informasi.

Lebih lanjut, kewajiban aparatur negara dalam memberikan pelayanan yang baik juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang menekankan asas transparansi, akuntabilitas, dan kepastian waktu pelayanan.
Sementara itu, tugas dan fungsi kepolisian diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menegaskan pentingnya profesionalitas dan pelayanan kepada masyarakat.

Kondisi yang dikeluhkan masyarakat ini dinilai berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya di wilayah Kota Dumai, apabila tidak segera dilakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan.

Jumat, 17 April 2026

Wakasad Tinjau Pembangunan Yon TP 942/Arya Wangsakara di Tangerang


Tangerang, investigasitop –Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa meninjau langsung pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 942/Arya Wangsakara yang berlokasi di Jalan Palasari, Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (17/4/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Wakasad didampingi oleh Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Faizal Rizal, S.I.P., serta para pejabat dari Mabesad, Kodam Jaya, dan Korem 052/Wijayakrama.


Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan berupa hormat berjajar dari prajurit Yon TP 942/Arya Wangsakara, dilanjutkan dengan paparan oleh Danyon TP 942/AW Letkol Inf Syarief Al Marthada, S.S.T.Han., S.I.P. Selanjutnya, Wakasad melaksanakan, penanaman pohon, penebaran bibit ikan, peninjauan lokasi pembangunan, 

serta pemberian bantuan sembako kepada masyarakat sekitar.


Kegiatan juga diisi dengan pengarahan kepada seluruh prajurit.

Dalam arahannya, Wakasad menyampaikan bahwa pembentukan Yon TP 942/Arya Wangsakara bertujuan untuk menghadirkan satuan yang tidak hanya berperan dalam Operasi Militer untuk Perang (OMP), tetapi juga aktif dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti membantu percepatan pembangunan di wilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Lebih lanjut, Wakasad menekankan beberapa hal penting kepada prajurit, antara lain agar senantiasa berlatih untuk menjadi prajurit profesional dalam membela bangsa dan negara, aktif membantu masyarakat sekitar dalam pelaksanaan tugas OMSP, serta berprestasi di berbagai bidang.


“Prajurit harus memiliki fisik yang prima, mahir menembak, bela diri, dan navigasi darat, serta memiliki kemampuan tempur yang baik tanpa meninggalkan sikap rendah hati,” tegasnya.


Wakasad juga mengingatkan agar seluruh prajurit Yon TP 942/Arya Wangsakara menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan menghindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun. “Prajurit tidak boleh menyakiti hati rakyat, karena TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat,” pesannya.


Kegiatan kunjungan diakhiri dengan penulisan kesan dan pesan oleh Wakasad, serta penyerahan bantuan peralatan olahraga yang diterima secara simbolis oleh Danyon TP 942/Arya Wangsakara.


Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat bagi seluruh prajurit dalam mendukung penyelesaian pembangunan Yon TP 942/Arya Wangsakara serta meningkatkan kesiapan satuan dalam menjalankan tugas ke depan.


Sumber *Penrem 052/Wkr*





Sri Imelda 

Anjangsana Penuh Keakraban, Babinsa Koramil 21/Bulukerto Pererat Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Desa Tanjung


Wonogiri, investigasitop – Dalam upaya memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat, Babinsa Koramil 21/Bulukerto Kodim 0728/Wonogiri melaksanakan kegiatan anjangsana dan komunikasi sosial di wilayah binaan pada Sabtu (18/4/2026). 


Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban melalui silaturahmi bersama tokoh masyarakat Desa Tanjung, Kecamatan Bulukerto, yakni Bapak Giyo.


Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Koramil 21/Bulukerto dalam menjaga kedekatan dengan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga tidak hanya sebagai aparat kewilayahan, namun juga sebagai sahabat masyarakat yang selalu siap mendengar aspirasi, menjalin komunikasi, serta mempererat persatuan di lingkungan desa.


Dalam pertemuan tersebut, Bapak Giyo menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kedekatan yang terus dibangun Babinsa bersama masyarakat. Ia menegaskan siap mendukung berbagai program pemerintah demi kemajuan desa dan kesejahteraan warga. 


Selain itu, dirinya juga siap berkolaborasi bersama Babinsa serta Koramil 21/Bulukerto dalam setiap kegiatan sosial maupun pembangunan di wilayah Desa Tanjung.


Melalui kegiatan anjangsana seperti ini, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kokoh. Kebersamaan yang terjalin menjadi modal penting dalam menciptakan suasana aman, tenteram, serta mendukung suksesnya pembangunan di wilayah Kecamatan Bulukerto. Kehangatan silaturahmi ini menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir dan dekat dengan rakyat.


Red 

Diduga Minta Mahar, Sekjen PB HMI MPO Disorot atas Tertahannya SK Formatur BADKO Sumbagtera 


Pekanbaru, investigasitop 16 April 2026 Belum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Formatur BADKO Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Sumbagtera (Sumatera Bagian Tengah dan Utara) kian menuai sorotan dari kader di daerah. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas dan konsolidasi organisasi di wilayah.


Dimas Sriagung Mulia, kader HMI Pekanbaru, menegaskan bahwa keterlambatan yang berlarut-larut tanpa penjelasan terbuka justru memicu spekulasi yang tidak sehat di kalangan kader.


“Keterlambatan ini bukan sekadar persoalan administratif. Ketika tidak ada penjelasan yang memadai, ruang spekulasi akan terbuka lebar dan itu berbahaya bagi kepercayaan kader terhadap organisasi,” ujar Dimas.


Ia juga menyoroti informasi yang berkembang terkait dugaan adanya permintaan “mahar” dalam proses penerbitan SK. Meski demikian, ia menekankan pentingnya klarifikasi resmi agar persoalan ini tidak terus berkembang tanpa arah.


“Informasi yang beredar sudah menjadi konsumsi luas di kalangan kader. Ini tidak bisa lagi dianggap sebagai isu biasa. PB HMI MPO perlu segera memberikan penjelasan yang terang dan terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif yang berkepanjangan,” tegasnya.


Menurut Dimas, menjaga kepercayaan kader merupakan hal mendasar dalam keberlangsungan organisasi. Oleh karena itu, setiap proses yang dinilai krusial, termasuk penerbitan SK, harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.


“Jika tidak segera diluruskan, situasi ini bisa menciptakan preseden buruk dalam tata kelola organisasi. Kita tidak ingin HMI dipersepsikan jauh dari nilai-nilai integritas yang selama ini dijunjung tinggi,” lanjutnya.


Ia juga mendorong agar PB HMI MPO segera mengambil langkah konkret, baik dalam bentuk klarifikasi maupun percepatan penerbitan SK Formatur BADKO Sumbagtera, demi menjaga kondusivitas organisasi di tingkat wilayah.


“Kami berharap PB HMI MPO tidak membiarkan polemik ini berlarut-larut. Penjelasan yang jernih dan langkah yang tegas akan menjadi kunci untuk menjaga marwah organisasi di mata kader maupun publik,” tambah Dimas.


Dimas menegaskan bahwa sikap kritis kader merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan organisasi tetap berada pada koridor nilai yang benar.


“Kritik ini adalah bentuk kepedulian. Kami ingin HMI tetap menjadi organisasi yang bersih, berintegritas, dan dipercaya oleh seluruh kadernya,” tutupnya.

Danrem 031/WB dampingi Kapolda Riau Tegaskan Panipahan Aman, Konflik Harus Diselesaikan Bersama


Rohil, investigasitop Dalam rangka memulihkan situasi keamanan dan memastikan kondusifitas wilayah pasca terjadinya konflik, Danrem 031/WB bersama Kapolda Riau turun langsung ke Panipahan untuk melakukan peninjauan lapangan serta bertemu dengan masyarakat setempat.


Kunjungan ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Danrem 031/WB mendampingi Kapolda Riau meninjau sejumlah titik yang sebelumnya terdampak bentrokan guna memastikan situasi telah kembali terkendali dan aktivitas warga dapat berjalan dengan normal.


Selain melakukan peninjauan, kedua pimpinan tersebut juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Panipahan. Dalam suasana penuh keakraban, masyarakat menyampaikan harapan agar situasi keamanan dapat terus terjaga dan konflik serupa tidak kembali terjadi.


Danrem 031/WB dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kondisi Panipahan saat ini dalam keadaan aman dan kondusif. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.


“Permasalahan yang terjadi hendaknya diselesaikan dengan cara-cara yang baik melalui komunikasi, koordinasi, dan musyawarah. Jangan sampai konflik justru merugikan masyarakat sendiri,” tegasnya.Kamis 16/4/26.


Kapolda Riau juga menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga keamanan wilayah serta memastikan bahwa setiap permasalahan ditangani secara profesional dan proporsional. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang menyesatkan, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan potensi gangguan keamanan.


Lebih lanjut, kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap aparat keamanan. Sinergi yang solid antara kedua institusi ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya pasca konflik.


Dalam peninjauan tersebut, aparat juga memastikan bahwa situasi di titik-titik rawan telah terkendali dan tidak ditemukan adanya potensi bentrokan lanjutan. Pengamanan tetap dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.


Dengan langkah cepat, terukur, dan kolaboratif ini, diharapkan kondusifitas di Panipahan dapat segera pulih sepenuhnya. Aktivitas masyarakat diharapkan kembali berjalan normal, serta hubungan sosial antarwarga dapat kembali harmonis seperti sedia kala.


TNI dan Polri juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam menciptakan kedamaian dan persatuan di wilayah.





Sri Imelda 

Tokoh Pers Nasional Zulmansyah Sekedang Wafat, PWI Kehilangan Figur Strategis


JAKARTA, investigasitop– Dunia pers Indonesia berduka. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan akibat serangan jantung. Almarhum wafat pada usia 53 tahun.


Kabar wafatnya almarhum menyebar cepat di kalangan wartawan dan memicu gelombang duka, khususnya di Riau. Tokoh pers Riau, Novrizon Burman, menyampaikan belasungkawa. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Mohon maaf atas kesalahan almarhum, Al-Fatihah,” ujarnya.


Informasi yang dihimpun, jenazah almarhum diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pekanbaru pada Sabtu pagi. Setibanya di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka di Perumahan Sakinah 2 Blok B No 7, Jalan Purwodadi, Sidomulyo Barat, Tuah Madani, Pekanbaru.


Setelah disemayamkan, almarhum akan dishalatkan di masjid sekitar kediaman, lalu dimakamkan di TPU Kartama.


Sekretaris PWI Riau, Doni Dwi Putra, mengajak insan pers untuk memberikan penghormatan terakhir. “Mari bersama-sama kita tunaikan fardu kifayah untuk almarhum,” ujarnya. Ia juga menyampaikan rekan-rekan wartawan dijadwalkan berkumpul di Kantor PWI untuk menjemput jenazah di bandara.


Kepergian Zulmansyah menjadi kehilangan besar karena ia merupakan figur penting dalam fase rekonsiliasi organisasi PWI. Dalam kepengurusan hasil penyatuan yang dipimpin Ketua Umum Akhmad Munir, ia dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal PWI Pusat periode 2025–2030. Kepengurusan ini dikenal sebagai “kabinet persatuan” yang diumumkan pada September 2025 sebagai upaya mengakhiri konflik internal dan memperkuat soliditas organisasi.


Penunjukan tersebut menjadi simbol penting rekonsiliasi, mengingat sebelumnya ia merupakan Ketua Umum PWI versi Kongres Luar Biasa 2024 di tengah dinamika organisasi.


Zulmansyah Sekedang lahir pada 2 Juli 1972 di Banda Aceh. Ia merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara. Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di Aceh sebelum melanjutkan studi di Universitas Riau, jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.


Semasa mahasiswa, ia aktif di berbagai organisasi seperti Surat Kabar Kampus Bahana Mahasiswa, Mapala Sakai, serta Senat Mahasiswa. Ia juga aktif di organisasi ekstra kampus seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru.


Dalam dunia profesional, Zulmansyah memiliki rekam jejak panjang di industri media. Ia pernah menjabat Direktur Utama Harian Sumut Pos, Komisaris Utama Posmetro Medan, Komisaris Rakyat Aceh, Komisaris Metro Siantar, hingga Komisaris Pekanbaru Pos. Ia juga pernah menjadi Direktur Utama dan Komisaris Riau Televisi (RTV).


Di bidang organisasi, kiprahnya juga luas, mulai dari Ketua LAPMI HMI Pekanbaru, Ketua Forum Pemimpin Redaksi Jawa Pos Group, Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau, hingga Ketua Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Riau. Ia kemudian memimpin PWI Riau selama dua periode, 2017–2022 dan 2022–2027, sebelum dipercaya di tingkat nasional sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat masa bakti 2023–2028.


Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai tokoh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Riau. Ia tercatat pernah memimpin kepengurusan Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Riau. Dalam kepengurusan tersebut, Zulmansyah menjabat sebagai Ketua dengan Fitriady Syam sebagai Sekretaris.


Pelantikan pengurus HIPKA Riau saat itu dilakukan oleh Wakil Sekretaris Jenderal HIPKA Pusat Tengku A Rahman Alba, serta dihadiri sejumlah tokoh seperti Andi Faisal Jollong, Muntoha Ahmad, Plt Sekda Riau Ahmadsyah Harrofie, Yulisman, Mansyur, Muhammad Sahal, serta sejumlah tokoh dan pengusaha lainnya.


Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang tegas, organisatoris, dan vokal dalam menjaga marwah pers serta mendorong profesionalisme wartawan di tengah tantangan era digital dan maraknya hoaks.


Kepergian Zulmansyah Sekedang meninggalkan duka mendalam bagi dunia jurnalistik Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai figur penting yang berperan dalam upaya menyatukan kembali PWI di tingkat nasional. Al-Fatihah. (Rls)

Kebakaran Siang Hari di Dumai Selatan, Rumah Kosong Hangus Diduga Akibat Korsleting Listrik

 

DUMAI, Investigasi Top – Kebakaran terjadi pada Jumat siang (sekira pukul 11.30 WIB) di Jalan Bukit Datok Lama, Gang Makmur, RT 03, Dumai Selatan. Sebuah rumah yang lama kosong hangus terbakar, diduga kuat akibat korsleting listrik.


Kebakaran ini sempat menggegerkan warga sekitar. Pasalnya, lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk, warga takut api cepat merembet ke rumah-rumah di sekitar.


Kobaran api yang membesar waktu singkat membuat warga panik dan berupaya melakukan pemadaman seadanya sambil menunggu petugas tiba di lokasi.


Aparat dari Bhabinkamtibmas Polsek setempat bersama Babinsa langsung turun ke lokasi untuk mengamankan dan memadamkan api.


Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, terdiri dari dua unit milik Damkar Kota Dumai dan satu unit bantuan dari Pertamina. Petugas berjibaku memadamkan api di tengah permukiman yang padat penduduk guna mencegah kebakaran meluas.


Berkat respon cepat petugas damkar di lapangan, api berhasil di padamkan sebelum merambat ke Ruma waraga yang lain di sekitar.


Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kebakaran tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik, terutama pada bangunan kosong yang rawan luput dari pengawasan.


Red

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done