INVESTIGASI TOP

Rabu, 25 Februari 2026

Aksi Humanis Ditlantas Polda Riau Kawal Pengemudi Sakit Menuju Meja Operasi di Tengah Malam


PEKANBARU, Investigasitop--- Sunyi dini hari di ruas Tol Pekanbaru–Dumai mendadak berubah menjadi momen penuh haru. Di tengah gelapnya malam, sekitar pukul 00.45 WIB, Selasa (24/2/2026), personel Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menunjukkan makna sesungguhnya dari pengabdian.


Sebuah mobil pick up terlihat melaju perlahan tanpa TNKB. Petugas patroli rutin yang curiga kemudian menghentikan kendaraan tersebut. Namun, yang ditemukan bukan sekadar pelanggaran administratif—melainkan seorang pria yang tengah menahan sakit luar biasa akibat batu ginjal.


Ia adalah Junaidi Silalahi. Dengan kondisi tubuh lemah dan rasa nyeri yang tak tertahankan, ia nekat menempuh perjalanan sekitar 13 jam demi mencapai RS Eria Bunda Pekanbaru untuk menjalani operasi. Di balik kemudi, ia berjuang antara harapan untuk sembuh dan risiko keselamatan di jalan.


Melihat kondisi tersebut, anggota Ditlantas Polda Riau tak tinggal diam. Tanpa ragu, mereka segera mengambil langkah cepat. Demi keselamatan dan percepatan penanganan medis, Junaidi dipindahkan ke mobil patroli PJR agar dapat dikawal langsung menuju rumah sakit.


Pengawalan dilakukan oleh IPDA Indra Gunawan bersama Aiptu Jansen Sihombing, Aipda Ismet, dan Aipda Robi Hertanto. Di tengah malam yang sepi, sirene patroli mengiringi perjalanan menuju Pekanbaru—bukan untuk penindakan, melainkan untuk kemanusiaan. 


Setibanya di rumah sakit, para personel tak hanya memastikan kendaraan tiba dengan selamat, tetapi juga membantu mengantarkan Junaidi hingga ke ruang perawatan. Sebuah gestur sederhana, namun sarat makna.


Aipda Ismet mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi sakit berat.

“Jika mengalami sakit serius, segera koordinasikan dengan tenaga kesehatan atau perangkat desa agar dapat dirujuk menggunakan ambulans. Berkendara dalam kondisi sakit sangat berbahaya bagi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” pesannya.


Dengan suara bergetar, Junaidi menyampaikan rasa syukurnya.

“Saya sudah 13 jam menahan sakit. Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah membantu dan mengantar saya sampai rumah sakit untuk operasi. Saya tidak tahu bagaimana jadinya kalau tidak dibantu,” ucapnya penuh haru.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam dan tugas penegakan hukum, ada hati yang bekerja dengan empati.


Aksi tersebut menjadi cerminan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat—memberikan rasa aman, menolong tanpa pamrih, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah pengabdian.




Mirza halawa 

Truk Sampah Tak Utuh, Publik Desak Audit: Ada Apa dengan Aset Daerah?

 


PEKANBARU, Investigasi Top -- Kondisi sejumlah truk sampah milik pemerintah daerah yang menumpuk di Lokasi workshop tersebut berada di Jl. Datuk Setia Maharaja No.04, Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru dalam keadaan tidak utuh memicu pertanyaan publik. Beberapa unit tampak kehilangan komponen penting, sebagian bahkan terlihat seperti sudah “dikanibal”.

 


*Situasi ini menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.*



Sebagian publik menduga, komponen kendaraan tersebut kemungkinan telah digunakan sebagai suku cadang untuk armada lain yang sedang diperbaiki. Praktik kanibalisasi dalam perawatan kendaraan memang dikenal dalam manajemen teknis untuk efisiensi.


• Namun, persoalan menjadi sensitif apabila:

• Komponen yang digunakan tidak terdokumentasi secara resmi

• Tidak ada berita acara pembongkaran

• Tidak tercatat dalam sistem inventaris barang milik daerah

• Tetap terdapat pengadaan suku cadang baru yang dilaporkan dalam anggaran



Jika hal tersebut terjadi tanpa mekanisme administrasi yang sah, maka berpotensi menimbulkan persoalan tata kelola.



*Aturan Pengelolaan Aset*


• Pengelolaan dan penghapusan aset daerah telah diatur dalam:

• Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014

• Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020

• Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016



*Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa:*


• Barang rusak berat dapat dihapus.

• Pemindahtanganan dilakukan melalui lelang resmi.

• Setiap perubahan fisik aset harus tercatat dan terdokumentasi.



Jika kendaraan telah dibongkar sebagian tanpa penetapan penghapusan atau pencatatan resmi, maka status administrasinya menjadi tidak jelas.



*Mengapa Bisa Tidak Dilelang?*



Apabila komponen utama sudah hilang atau tidak lengkap, maka:


1.Nilai appraisal menjadi sulit ditentukan

2.Harga lelang bisa sangat rendah

3.Dokumen kendaraan tidak lagi sesuai fisik

4.Berpotensi menimbulkan temuan audit


Dalam kondisi demikian, proses penghapusan bisa terhambat karena data fisik dan administrasi tidak sinkron.

*Publik Minta Pengawasan*


Melihat aset yang bertahun-tahun tidak memiliki kejelasan status, sebagian masyarakat mendorong agar:


Inspektorat Daerah melakukan audit internal


Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan klarifikasi jika ditemukan indikasi penyimpangan


Pengelola aset daerah memberikan penjelasan terbuka



Permintaan ini pada dasarnya merupakan bagian dari kontrol sosial terhadap pengelolaan barang milik negara/daerah.



*Catatan Penting*


Perlu ditegaskan, dugaan yang berkembang di publik harus dibuktikan melalui mekanisme audit resmi. Tidak semua kondisi kendaraan yang tidak utuh otomatis berarti penyimpangan. Bisa saja:


• Dilakukan kanibalisasi resmi untuk efisiensi

• Ada berita acara pembongkaran

• Sedang menunggu proses penghapusan



Namun, tanpa transparansi, ruang spekulasi akan terus terbuka.



Kesimpulan Investigatif



Yang menjadi sorotan bukan semata kondisi truk rusak, melainkan:



• Kejelasan status administrasi

• Dokumentasi penggunaan komponen

• Sinkronisasi antara kondisi fisik dan laporan anggaran


Jika semua terdokumentasi dengan baik, persoalan selesai.

Jika tidak, maka audit menjadi kebutuhan untuk menjaga akuntabilitas.



Kalau kamu mau, saya bisa buatkan versi lebih tajam lagi dengan angle:


“Kanibalisasi Aset: Efisiensi atau Celah Penyimpangan?”


Draft surat resmi desakan audit ke Inspektorat


Skema bagaimana modus penyimpangan bisa terjadi (analisa pola umum, bukan tuduhan)



Kita mau dorong ini sebagai desakan audit terbuka atau investigasi lanjutan berbasis data anggaran?

Tim investigasi

Tumbuhkan Kepedulian, Lapas Narkotika Rumbai Salurkan Hasil Kebun Warga Binaan dalam Kegiatan Bansos


Pekanbaru, investigasi top- Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui kegiatan bantuan sosial (bansos). Bantuan yang disalurkan berasal dari hasil kebun warga binaan yang dikelola secara produktif di dalam area lapas. Berbagai hasil pertanian seperti sayuran segar (terong, sawi, selada) dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan lapas (25/2/2026). Panen ini menjadi bukti nyata dukungan Lapas terhadap akselerasi program ketahanan pangan yang digagas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang pertanian. Selain sebagai sarana pelatihan, kebun lapas juga menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. 


Melalui kegiatan bansos ini, hasil kerja keras warga binaan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Diharapkan, program pembinaan seperti ini terus berlanjut dan mampu memberikan dampak nyata, baik bagi warga binaan dalam proses reintegrasi sosial maupun bagi masyarakat luas.





Mirza halawa 

LAPAS BANGKINANG BAGIKAN TAKJIL, WUJUD KEPEDULIAN DAN SEMARAK RAMADHAN BAGI MASYARAKAT


INFO_PAS BANGKINANG, investigasi top— Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, keluarga besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di Jl. Ahmad Yani Selasa Sore (24/02/2026). Kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan antara jajaran pemasyarakatan dan masyarakat sekitar.


Sebanyak 30 paket takjil dibagikan kepada para pengendara dan warga sekitar sebagai wujud nyata komitmen insan pemasyarakatan dalam menumbuhkan nilai kepedulian sosial serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar, khususnya di bulan penuh berkah.


Kegiatan pembagian takjil tersebut dipimpin oleh Arian Adibowo selaku Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) bersama Jajang Taufik Azhar selaku Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), serta diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIA Bangkinang yang turut turun langsung ke lapangan membagikan takjil kepada masyarakat.


Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan bagian dari semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang perlu terus dipupuk, terutama di bulan Ramadhan.


Ia menegaskan bahwa Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai empati, solidaritas, serta semangat berbagi kepada sesama. Melalui kegiatan sederhana tersebut, pihak Lapas berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan harmonis antara institusi pemasyarakatan dan lingkungan sekitar.


Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa selain menjalankan fungsi pembinaan terhadap warga binaan, lembaga pemasyarakatan juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.


Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat penerima takjil. Salah seorang warga mengaku senang dan mengapresiasi kepedulian jajaran Lapas Kelas IIA Bangkinang yang telah berbagi di bulan suci Ramadhan.

Aksi sosial ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Lapas Kelas IIA Bangkinang dalam menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat selama bulan Ramadhan.




Mirza halawa 

Selasa, 24 Februari 2026

Wujudkan Kolaborasi Positif, Kepala Lapas Pekanbaru Sambangi Kabid Humas Polda Riau

 

Pekanbaru, INFO_PAS, Investigasi Top – Dalam upaya mempererat hubungan kelembagaan dan meningkatkan sinergi antarinstansi, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polisi Daerah (Polda) Riau, Rabu (25/02/2026).


Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama, khususnya dalam bidang komunikasi publik, keamanan, serta pertukaran informasi yang berkaitan dengan tugas dan fungsi masing-masing instansi.


“Kami berharap melalui silaturahmi ini dapat semakin memperkuat sinergi antara Lapas Kelas IIA Pekanbaru dengan Polda Riau, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban,” ujar Yuniarto.


Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh pihak Lapas Pekanbaru. Ia menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik antarinstansi guna mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif, serta penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat.


Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk membahas peluang kerja sama di bidang publikasi kegiatan, penguatan citra positif institusi, serta dukungan dalam penyebarluasan informasi yang edukatif dan transparan kepada masyarakat.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan baik yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Provinsi Riau.

Kapolda Riau Buka Puasa Bersama Cipayung Plus, OKP dan BEM, Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan

 

Pekanbaru, Investigasi Top – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar acara buka puasa bersama Cipayung Plus, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta keluarga besar Intelkam Polda Riau. Kegiatan digelar di Hotel Furaya, Kota Pekanbaru, Selasa (24/02/26) itu mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan generasi muda.


Kapolda Riau, Hery Heryawan, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya dapat berkumpul bersama para mahasiswa dan organisasi kepemudaan yang dinilainya memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.


“Saya hari ini merasa bangga jika adek bisa berkumpul, perubahan mindset yang menjadi agen perubahan,” ucapnya.


Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir progresif di kalangan generasi muda agar mampu menjadi motor penggerak transformasi sosial. Menurutnya, mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki kekuatan moral dan intelektual untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyinggung konsep green policing yang tengah didorong di lingkungan Polda Riau.


Ia menegaskan bahwa gagasan tersebut bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan komitmen nyata dalam membangun kesadaran lingkungan dan menghadirkan narasi positif di tengah masyarakat.


“Green policing bukan hanya konsep namun sebuah upaya dalam membangun kesadaran bersama. Konsep peduli lingkungan ini untuk bisa memberikan narasi yang bagus agar masyarakat sadar,” jelasnya.


Menurutnya, kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan dan membangun budaya sadar lingkungan di tengah masyarakat.


Kapolda Riau turut mengajak seluruh elemen yang hadir menjadikan momen buka puasa bersama sebagai wacana mempererat hubungan emosional dan komunikasi yang harmonis.


“Saya mengajak, wahana agar kita mempererat silaturahmi, dan kepedulian hubungan yang harmonis. Semoga kebersamaan kita ini dapat mempererat tali persaudaraan,” tutupnya.


Acara buka puasa bersama tersebut berlangsung hangat dan dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Hery Herjawan, S.I.K., M.H., M.Hum, Dir Intelkam Polda Riau Kbp Wimboko, S.I.K., M.Si, Kabid Humas Polda Riau Kbp Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si, PJU Dit Intelkam Polda Riau, Personil Dit Intelkam Polda Riau, Cipayung Plus Riau, OKP, dan BEM Se Kota Pekanbaru.

Dukung UMKM Sekitar, Rutan Pekanbaru Bagikan Ratusan Takjil kepada Masyarakat

 

Pekanbaru, Investigasi Top - Dalam semangat berbagi dibulan suci Ramadan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru menggelar kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di Jalan Hangtuah, Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus bentuk nyata dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lingkungan rutan.


Takjil yang dibagikan kepada masyarakat merupakan hasil produksi dari UMKM lokal di sekitar Rutan Pekanbaru. Produk-produk tersebut dibeli langsung oleh pihak rutan, kemudian dikemas kembali (packaging) secara rapi sebelum dibagikan kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar yang sedang menjalankan ibadah puasa.


Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru Erwin Siregar menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi keberkahan Ramadan, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Melalui pembelian produk UMKM lokal, Rutan Pekanbaru berupaya mendorong perputaran ekonomi serta memperkuat sinergi antara institusi pemasyarakatan dengan lingkungan sekitar.


Masyarakat yang menerima takjil tampak antusias dan menyambut baik kegiatan tersebut. Selain membantu masyarakat yang tengah dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial antara Rutan Pekanbaru dan warga sekitar.


Rutan Kelas I Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi secara positif, tidak hanya dalam pembinaan warga binaan, tetapi juga dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Momentum Ramadan pun dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done