Semangat Menuntut Ilmu, Santri Aktif Ikuti Pembelajaran Ngaji dan Fiqih
Pekanbaru -InvestigasiTop.site_-Kegiatan pembelajaran ngaji dan fiqih bagi para santri berlangsung dengan penuh khidmat dan antusias.Kamis,(30/04/26)
Kegiatan tersebut menjadi rangkaian awal dalam ajang bergengsi Pemilihan Duta Pariwisata Riau 2026, yang diikuti peserta terbaik dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Acara ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi, bakat, wawasan, serta kepedulian terhadap sektor pariwisata dan budaya daerah.
Dalam kesempatan itu, M. Pauzi tampil sebagai asal/wakil Kabupaten Rokan Hulu. Kehadirannya membawa semangat baru bagi generasi muda daerah untuk berani tampil, berprestasi, dan mengambil peran dalam mempromosikan budaya lokal.
Ajang minat bakat menjadi salah satu tahapan penting penilaian, di mana peserta menampilkan kemampuan terbaik di hadapan panitia, dewan juri, dan masyarakat yang hadir. Penampilan tersebut mencerminkan kreativitas, karakter, serta kesiapan sebagai calon duta pariwisata.
M. Pauzi mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga pengalaman berharga dalam pengembangan diri dan kontribusi nyata bagi daerah.
“Saya merasa bangga bisa ikut serta dalam ajang ini. Semoga dapat memberikan yang terbaik, membawa nama baik Rokan Hulu, dan memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas,” ujar M. Pauzi.
Keikutsertaan M. Pauzi juga mendapat dukungan positif dari masyarakat dan kerabat dekat yang berharap dirinya mampu melangkah lebih jauh pada tahapan berikutnya.
Dengan semangat dan dedikasi yang dimiliki, M. Pauzi menyatakan siap mengikuti seluruh rangkaian seleksi serta memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Rokan Hulu di tingkat Provinsi Riau.
Ayati
Sebagai implementasi nyata dari prinsip deteksi dini, Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (Kamtib) melaksanakan kegiatan pengecekan serta perawatan perlengkapan keamanan di area blok hunian.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasubsi Keamanan, Aidiel Candra, bersama Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib, Wan Reswanda, dengan didampingi oleh jajaran staf Kamtib.
Kasubsi Keamanan, Aidiel Candra, menekankan bahwa pemeliharaan ini merupakan aspek krusial dalam mendukung tugas pengamanan sehari-hari, sementara Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib, Wan Reswanda, memastikan bahwa setiap hasil temuan di lapangan terdokumentasi dengan baik sebagai bagian dari administrasi pelaporan yang akuntabel.
Melalui sinergi jajaran Kamtib ini, Lapas Narkotika Rumbai berupaya memastikan seluruh sarana prasarana keamanan selalu dalam kondisi siap siaga demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan terkendali.
Mirza Ghulam
Kunjungan tersebut disambut oleh jajaran petugas Lapas Pasir Pangarayan dan berlangsung dengan suasana tertib serta kondusif. Dalam kegiatan tersebut, Hakim Wasmat melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan program pembinaan hingga kondisi warga binaan di dalam Lapas.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama warga binaan yang dilaksanakan di aula Lapas. Dalam kesempatan tersebut, Hakim Wasmat juga berinteraksi secara langsung dengan warga binaan. Interaksi tersebut mencakup penyampaian dan penelusuran informasi terkait kondisi hingga pelaksanaan kegiatan yang diikuti selama menjalani masa pidana.
Hakim Wasmat juga menggali informasi terkait fasilitas yang tersedia bagi warga binaan selama berada di dalam Lapas sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan pengamatan.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba melalui Kasi Binadik dan Giatja, Andi Rahman, menyampaikan bahwa kunjungan Hakim Wasmat merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan pengamatan terhadap pelaksanaan pembinaan di Lapas.
“Kegiatan ini menjadi sarana koordinasi dan komunikasi antara Lapas dan Pengadilan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terus terjalin komunikasi yang baik antara warga binaan, petugas pemasyarakatan, dan aparat penegak hukum lainnya dalam rangka pelaksanaan pembinaan di Lapas Pasir Pangarayan.
Ayati
Rapat yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 12.30 WIB tersebut dihadiri oleh sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Ditlantas Polda Riau, Satlantas Polresta Pekanbaru, Tim Evaluasi Andalalin Provinsi Riau, serta pihak pengembang dan konsultan.
Dalam pertemuan itu, pihak pengembang memaparkan dokumen Andalalin sebagai bagian dari persyaratan teknis pembangunan. Dokumen ini bertujuan untuk mengkaji dampak yang mungkin timbul terhadap arus lalu lintas di sekitar lokasi, khususnya di Jalan HR Subrantas yang dikenal memiliki volume kendaraan cukup tinggi.
Hasil pembahasan menghasilkan sejumlah rekomendasi penting. Di antaranya, pengembang diminta menyediakan lahan parkir yang memadai agar tidak terjadi parkir di badan jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Selain itu, akses keluar-masuk kendaraan menjadi perhatian serius, dengan saran agar dipisahkan antara pintu masuk dan keluar atau dilakukan pelebaran akses guna menghindari antrean kendaraan.
Pengelola juga diimbau menempatkan petugas keamanan yang mampu melakukan pengaturan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk, guna menjaga kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi usaha.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, menegaskan bahwa seluruh rekomendasi yang telah dibahas harus dilaksanakan secara konsisten oleh pihak pengembang. Menurutnya, perencanaan yang baik akan berdampak langsung pada terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Sementara itu, perwakilan Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau melalui Staf Teknis Bina Marga, Imelia Soraya, ST., MT., menekankan pentingnya kesesuaian antara desain akses dengan kondisi jalan yang ada, termasuk memperhatikan lebar jalan, jarak pandang, dan kapasitas ruas.
Dari sisi Dinas Perhubungan Provinsi Riau, OK. Mhd. Sonny A., M.Si., menambahkan bahwa dokumen Andalalin harus dapat diterapkan secara nyata di lapangan, tidak hanya sebatas administrasi. Ia juga mendorong adanya evaluasi berkala setelah operasional berjalan.
Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menegaskan bahwa setiap pembangunan harus sejalan dengan prinsip keselamatan berlalu lintas. “Kami berharap seluruh pihak dapat menjalankan hasil kesepakatan ini secara bertanggung jawab. Pembangunan harus memberi manfaat ekonomi, namun tetap menjamin kelancaran dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Dengan adanya rapat ini, diharapkan pembangunan Budiman Swalayan dapat berjalan sesuai ketentuan, tanpa menimbulkan gangguan lalu lintas, serta tetap memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan di Kota Pekanbaru.(***)
Idam lanun
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Virtual meeting tersebut diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau beserta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif terkait mekanisme dan prosedur pemanggilan kembali warga binaan yang terdampak bencana alam, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan dapat meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya dalam penanganan warga binaan pasca bencana. Selain itu, sosialisasi ini juga menjadi langkah strategis dalam memastikan perlindungan hak serta keberlanjutan pembinaan bagi warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.
Sri Imelda
Seperti yang digelorakan di desa Balai Pungut dan Tengganau kecamatan Pinggir, pembuatan lima titik sumur bor sebagai upaya mengatasi krisis air bersih di tengah masyarakat terus diupayakan oleh tim Satgas bersama masyarakat setempat.
Semangat dan kerja sama bergelora ketika mata bor menembus lapisan perlapisan kulit bumi demi mendapatkan lapisan yang memiliki cadangan air bersih melimpah untuk dapat dipompa serta dipergunakan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Dansatgas TMMD, Letkol. Inf. Haris Nur Priatno mengatakan, dari lima titik lokasi pemboran sumber air bersih, sebanyak dua sampai tiga titik sudah berhasil menemukan suplai air nan bersih.
"Alhamdulillah, dari total 5 pemboran yang dilakukan, sebagiam sudah berhasil mendapatkan sumber air bersih. Sisanya masih terus diupayakan demi mengatasi krisis air bersih di kecamatan Pinggir, Bengkalis," kata Dansatgas.
Di kawasan tersebut, kata dia, masyarakat memang telah hidup cukup lama dalam kesulitan memeroleh air bersih. Bila hendak mandi atau buang air, pihaknya terpaksa melangkah ke bantaran sungai terdekat.
Namun untuk keperluan memasak, masyarakat harus membeli air bersih dengan harga yang relatif mahal. Kondisi itu telah berlangsung lama, jeritan masyarakat seolah terus membahana akibat kelangkaan air bersih, di tambah lagi dengan kondisi ekonomi yang sulit hingga proses pembuatan sumur bor secara mandiri terasa sulit terwujud.
Beruntung, Satgas TMMD datang dengan sejuta harapan baik. Hasil sejumlah pemboran yang dilakukan, sumber air bersih langsung bergejolak seolah memutus belenggu kelangkaan air bersih yang dirasakan selama bertahun-tahun oleh masyarakat.
"Kami sangat bersyukur dengan program Manunggal Air Bersih yang dilaksanakan sempena TMMD ini. Kesulitan mendapatkan sumber air bersih langsung teratasi, kami sangat terbantu sekali. Atas kebaikan Bapak-bapak TNI, kami haturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya," ungkap Supono, warga desa Balai Pungut.
Redaksi