INVESTIGASI TOP

Selasa, 03 Maret 2026

Kejati Riau Periksa 23 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi RHL Rp39 Miliar di Rohul


Rohul, investigasitop - Kejaksaan Tinggi Riau masih mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Agroforestry Paket I yang berada di Desa Cipang Kiri Hulu, Kabupaten Rokan Hulu. Proyek tersebut diketahui dilaksanakan oleh PT Inhutani IV pada tahun anggaran 2019 hingga 2021.


Dalam proses penyidikan, penyidik telah memeriksa sebanyak 23 orang saksi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.


Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai pihak yang terlibat, mulai dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), pihak perusahaan, kepala desa, konsultan pengawas, hingga para petani, tukang, dan pekerja di lapangan.


“Selain itu, penyidik juga telah menghadirkan sejumlah ahli, di antaranya ahli teknik geologi, ahli penginderaan jauh, ahli geoinformatika, serta ahli penghitungan kerugian negara (PKN),” ujar Zikrullah, Selasa (3/3/2026).


Ia menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Tim penyidik dari Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) masih terus mengumpulkan dan memperkuat alat bukti melalui pemeriksaan saksi serta keterangan ahli.


“Sampai saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk memperkuat pembuktian dalam perkara tersebut,” jelasnya.


Menurutnya, luasnya area penanaman kembali menjadi salah satu tantangan dalam proses penyidikan. Karena itu, diperlukan dukungan teknologi untuk membantu memastikan kondisi di lapangan.


“Areal penanaman kembali cukup luas sehingga membutuhkan citra satelit yang mampu menjangkau hingga ke titik-titik penanaman. Hal ini menjadi tantangan dalam proses pembuktian,” terangnya.


Terkait target penyelesaian perkara, Kejati Riau belum dapat memastikan batas waktunya karena proses verifikasi terhadap lahan yang luas masih terus berlangsung.


Kasus ini sebelumnya sempat menjadi perhatian publik. Masyarakat mendorong agar aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan korupsi dalam proyek RHL periode 2019–2021 tersebut, yang memiliki nilai anggaran sekitar Rp39 miliar dengan luas lahan mencapai 4.863 hektare. Dugaan yang mencuat di antaranya terkait praktik penggelembungan anggaran.





Red

Diduga Ada Kebocoran PAD, PW-IWO Riau Kirim Surat Terbuka ke Presiden Soal Parkir Inhil


INDRAGIRI HILIR, investigasi top– Polemik dugaan ketidaksesuaian antara potensi dan realisasi setoran retribusi parkir di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, kian mengemuka.


Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, resmi menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, guna meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana parkir di daerah tersebut.


Surat tersebut disampaikan melalui media online sebagai bentuk aspirasi publik dan kontrol sosial terhadap tata kelola keuangan daerah. Muridi menilai terdapat indikasi ketidakseimbangan antara potensi pendapatan parkir dan realisasi setoran yang masuk ke kas daerah.


“Retribusi parkir adalah sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah diatur melalui Peraturan Daerah. Jika ada selisih signifikan antara potensi dan realisasi, maka perlu audit independen untuk memastikan tidak ada kebocoran,” ujar Muridi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3/2026).


Polemik ini mencuat setelah muncul laporan masyarakat terkait pungutan parkir hingga Rp5.000 per kendaraan di sejumlah titik. Padahal, berdasarkan Perda yang berlaku, tarif parkir ditetapkan sebesar Rp1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp2.000 untuk kendaraan roda empat per sekali parkir.


Selain persoalan tarif, publik juga menyoroti setoran resmi retribusi parkir yang disebut hanya berada pada kisaran ratusan juta rupiah per tahun. Angka tersebut dinilai tidak sebanding dengan aktivitas kendaraan di pusat-pusat keramaian dan kawasan perdagangan yang beroperasi setiap hari.


jika dikelola secara optimal dan transparan, potensi pendapatan parkir di Inhil dapat mencapai miliaran rupiah per tahun.


Dalam suratnya, PW-IWO Riau meminta Presiden mendorong lembaga yang memiliki kewenangan audit dan pengawasan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, di antaranya,


-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) sebagai auditor eksternal pengelolaan keuangan negara dan daerah.


-Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri untuk pengawasan terhadap kinerja dan tata kelola pemerintah daerah.


-Komisi Pemberantasan Korupsi apabila ditemukan indikasi tindak pidana korupsi.


-Kementerian Dalam Negeri dalam fungsi pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah.


-Ombudsman Republik Indonesia jika terdapat dugaan maladministrasi atau pungutan liar.


Muridi menegaskan bahwa langkah audit bukan untuk menyalahkan masyarakat kecil seperti juru parkir, melainkan untuk memperbaiki sistem agar lebih transparan dan akuntabel.


“Kami tidak ingin masyarakat kecil dikorbankan. Yang harus dibenahi adalah sistem pengelolaan, distribusi karcis, mekanisme setoran, dan pengawasannya,” tegasnya.


Pihak redaksi telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Indragiri Hilir, Dwi Budianto, S.Sos., M.Si., melalui pesan WhatsApp untuk meminta penjelasan terkait dugaan tersebut. 

Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan respons.


PW-IWO Riau berharap surat terbuka kepada Presiden tersebut dapat menjadi momentum evaluasi menyeluruh, sehingga pengelolaan retribusi parkir di Kabupaten Indragiri Hilir berjalan lebih tertib, transparan, dan memberikan kontribusi maksimal terhadap peningkatan PAD tanpa membebani masyarakat.




Redaksi 

Semangat Santri Binaan Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai Dalami Al-Qur’an di Masjid At-Taubah


Pekanbaru, investigasitop– Suasana khidmat dan penuh semangat tampak menyelimuti Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai saat para santri binaan mengikuti kegiatan belajar mengaji di Masjid At-Taubah, Selasa (3/3/2026). 


Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kerohanian Islam yang rutin dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan pemasyarakatan.


Bertempat di Masjid At-Taubah yang berada di lingkungan lapas, para santri binaan tampak tekun melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergiliran. Dengan bimbingan petugas serta pembina kerohanian, mereka mempelajari ilmu tajwid, memperbaiki makharijul huruf, serta memperdalam pemahaman terhadap kandungan ayat-ayat Al-Qur’an.


Kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusias. Semangat para santri terlihat dari kesungguhan mereka mengikuti arahan pembina, bahkan tak jarang saling mengingatkan dalam memperbaiki bacaan. Program ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga wadah introspeksi diri bagi para warga binaan.


Kepala Lapas menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu prioritas utama dalam proses pemasyarakatan. Melalui pendekatan spiritual, diharapkan para warga binaan mampu membentuk karakter yang lebih baik, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran untuk menjauhi perbuatan melanggar hukum di masa mendatang.


“Pembinaan rohani ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka saat kembali ke tengah masyarakat. Kami ingin mereka keluar sebagai pribadi yang lebih kuat secara mental dan spiritual,” ujarnya.


Dengan konsistensi program keagamaan seperti ini, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai terus berupaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada perubahan positif, sehingga para warga binaan dapat kembali menjadi bagian produktif dalam kehidupan bermasyarakat.




Mirza halawa 

Senin, 02 Maret 2026

LAM Rumbai Soroti Minimnya Kontribusi Perusahaan Scramberger, Ultimatum 2x24 Jam


Rumbai, Pekanbaru, investigasitop  Keberadaan perusahaan besar Scramberger yang telah beroperasi di wilayah Rumbai kembali menjadi sorotan. Hingga saat ini, perusahaan tersebut dinilai tidak pernah berkontribusi terhadap kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAM) Kecamatan Rumbai.

Ketua DPH LAM Kecamatan Rumbai, Datuk Idris Comel, menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap perusahaan yang dinilai abai terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Setiap tahun di bulan suci Ramadan, LAM Rumbai secara rutin menggelar santunan anak yatim dan buka puasa bersama masyarakat. Namun sangat disayangkan, perusahaan Scramberger tidak pernah sekalipun menunjukkan partisipasi atau dukungan,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, pengurus LAM Rumbai .menyatakan akan mengambil langkah konkret. 

(Timbalan l LAM Rumbai)

Sekaligus Panglima bungsu LHMB Rumbai (Datuk Hendra) menegaskan pihaknya siap mendampingi LAM untuk mendatangi perusahaan dan melakukan mediasi langsung dengan pimpinan.

Selain itu, surat resmi akan dilayangkan kepada pihak perusahaan dengan tembusan kepada Kapolsek, Camat Rumbai, dan Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru.

Jika dalam waktu 2x24 jam tidak ada respons atau itikad baik dari perusahaan, LAM Rumbai akan mendatangi kantor perusahaan Scramberger guna meminta penjelasan serta komitmen nyata terhadap tanggung jawab sosial di wilayah Rumbai.

LAM menegaskan bahwa keberadaan perusahaan di suatu wilayah hendaknya sejalan dengan kepedulian sosial dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat Melayu yang dijunjung tinggi masyarakat setempat.

Iskandar Chaniago

Buka Puasa Bareng Mitra Ojol, Polda Riau Pererat Silaturahmi dan Perkuat Solidaritas


Pekanbaru, investigasitop  - Polda Riau menggelar buka puasa bersama mitra ojek online (ojol) di Kota Pekanbaru sebagai upaya mempererat silaturahmi dan meningkatkan solidaritas antara kepolisian dan para pengemudi ojol. Senin (2/03/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung hangat di Sodare Kopi Thamrin.


Acara buka puasa bersama ini dipimpin langsung oleh Wadir Intelkam Polda Riau, Pangucap Priyo Soegito, serta Wadir Lantas Polda Riau, Budi Setiyono. 


Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah personel kepolisian dan mitra ojol dari berbagai komunitas di Pekanbaru.


Kegiatan berupa buka puasa bersama yang dikemas dalam suasana santai dan penuh keakraban. 


Selain menikmati hidangan berbuka, jajaran Polda Riau juga berdialog langsung dengan para mitra ojol terkait situasi kamtibmas dan keselamatan berlalu lintas.


Kegiatan ini melibatkan jajaran Polda Riau, khususnya Direktorat Intelkam dan Direktorat Lalu Lintas, serta para mitra ojol yang sehari-hari beraktivitas di wilayah Pekanbaru.


Buka puasa bersama ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat, khususnya mitra ojol yang merupakan bagian penting dalam mobilitas dan pelayanan transportasi di kota. 


Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun komunikasi dua arah guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama bulan Ramadhan.


Suasana berlangsung penuh keakraban. Para mitra ojol menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap silaturahmi seperti ini terus berlanjut. 


Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian juga mengajak para pengemudi ojol untuk tetap mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.


Melalui kegiatan ini, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga membangun kemitraan yang humanis dan berkelanjutan.



Sumber: Humas Polda 


Sri Imelda 

Apresiasi Kinerja dan Dedikasi, Lapas Bangkinang Gelar Upacara Penyematan Tanda Kenaikan Pangkat kepada 18 Pegawai


INFO_PAS BANGKINANG, investigasi top— Dalam rangka memberikan apresiasi atas kinerja dan dedikasi pegawai, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang menggelar upacara penyematan tanda kenaikan pangkat bagi sejumlah pegawai, Senin (02/03/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, serta menjadi momentum penting dalam meningkatkan profesionalisme jajaran pemasyarakatan.


Upacara penyematan tanda kenaikan pangkat dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, serta dihadiri oleh pejabat struktural dan seluruh jajaran pegawai. Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas, serta kinerja pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai insan pemasyarakatan.


Dalam pelaksanaan upacara tersebut, para pegawai menerima kenaikan pangkat sebagai bagian dari pembinaan karier Aparatur Sipil Negara (ASN), baik melalui kenaikan pangkat berkala maupun Kenaikan pangkat melalui jalur penyesuaian ijazah dari Pengatur Muda Tingkat I (II/b) menjadi Penata Muda (III/a). 

Prosesi penyematan ditandai dengan pemasangan tanda pangkat serta penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada masing-masing pegawai sebagai simbol peningkatan jenjang karier dan tanggung jawab.


Dalam amanatnya, Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar bentuk penghargaan administratif, melainkan amanah yang harus diimbangi dengan peningkatan tanggung jawab, integritas, dan kualitas kinerja.


“Kenaikan pangkat ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta warga binaan. Jadikan momentum ini sebagai pemicu semangat untuk bekerja lebih baik, menjaga loyalitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi,” tegas Alexander Lisman Putra.


Ia juga menekankan pentingnya komitmen seluruh jajaran dalam mewujudkan pemasyarakatan yang humanis, akuntabel, dan berorientasi pada pembinaan, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan pemasyarakatan.


Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pegawai yang menerima kenaikan pangkat serta sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan keluarga besar Lapas Kelas IIA Bangkinang. Melalui kenaikan pangkat tersebut, diharapkan seluruh pegawai semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik demi kemajuan organisasi dan peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.




Mirza halawa 

Minggu, 01 Maret 2026

Langkah Nyata Tingkatkan Pembinaan Bagi Warga Binaan, Lapas Pekanbaru Tanda Tangani MoU dengan Kemenag Kota Pekanbaru


Pekanbaru, investigasitop INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, beserta jajaran Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik melaksanakan kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru dalam rangka memperkuat sinergi dan kerja sama pembinaan kepribadian bagi warga binaan, Senin (02/03).

Kegiatan penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru dan disambut langsung oleh Kepala Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, beserta jajaran. Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban, sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan pembinaan mental dan spiritual di lingkungan Pemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter warga binaan.

“Kami menyadari bahwa pembinaan kepribadian, khususnya dibidang keagamaan, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk sikap dan perilaku warga binaan. Melalui penandatanganan MoU ini, kami berharap program pembinaan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Yuniarto.

Ia juga menambahkan bahwa pembinaan mental dan spiritual menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan. “Tujuan akhir dari pembinaan di Lapas adalah agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, memiliki kesadaran hukum, serta mampu berkontribusi secara positif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, menyambut baik terlaksananya penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung program pembinaan melalui penyediaan penyuluh agama, peningkatan kegiatan keagamaan, serta kolaborasi dalam berbagai program pembinaan mental spiritual di Lapas Pekanbaru.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam pembinaan umat, termasuk warga binaan di Lapas. Kami siap mendukung melalui penyuluh agama, peningkatan kegiatan keagamaan, serta program pembinaan mental spiritual yang berkelanjutan,” ungkap Syahrul.

Melalui penandatanganan MoU ini, diharapkan kerja sama antara Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Kementerian Agama Kota Pekanbaru semakin kuat, sehingga pelaksanaan program pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi warga binaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif yang nyata.




Mirza halawa 
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done