INVESTIGASI TOP

Senin, 23 Maret 2026

APEL PENUTUP PIKET HARI RAYA IDULFITRI, KALAPAS BANGKINANG APRESIASI DEDIKASI PETUGAS SELAMA TIGA HARI PELAYANAN PRIMA


INFO_PAS BANGKINANG, investigasitop— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang melaksanakan apel penutup piket Hari Raya Idulfitri setelah rangkaian pelayanan kunjungan yang berlangsung selama tiga hari berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan apel ini menjadi momentum evaluasi sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran petugas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Senin (23/03/2026).


Apel yang digelar di lingkungan Lapas Kelas IIA Bangkinang tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra. Dalam arahannya, ia menyampaikan rasa bangga dan ucapan terima kasih atas kinerja seluruh petugas yang tanpa kenal lelah demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Saya, Alexander Lisman Putra Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran petugas Lapas Kelas IIA Bangkinang yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab selama tiga hari pelaksanaan kunjungan Idulfitri. Dedikasi, kerja keras, dan keikhlasan rekan-rekan semua telah memberikan pelayanan yang luar biasa kepada masyarakat,” ujar Alexander.


Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan layanan kunjungan ini merupakan hasil dari kerja sama tim yang solid dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan humanis kepada warga binaan dan keluarga mereka.


“Keberhasilan ini bukan hanya tentang kelancaran kegiatan, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan penuh empati. Saya berharap semangat ini terus kita jaga dan tingkatkan dalam pelaksanaan tugas ke depan,” tambahnya.


Selama tiga hari pelaksanaan kunjungan Hari Raya Idulfitri, Lapas Kelas IIA Bangkinang menerima lonjakan jumlah pengunjung yang datang untuk bertemu dengan warga binaan. Meski demikian, seluruh proses pelayanan dapat berjalan dengan baik berkat kesiapsiagaan petugas, pengaturan yang matang, serta sinergi antar bagian.


Apel penutup ini juga menjadi ajang refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan. Dengan berakhirnya rangkaian piket Idulfitri, Lapas Kelas IIA Bangkinang berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang optimal serta menjaga keamanan dan ketertiban secara berkelanjutan.



Mirza halawa 

Pemantauan Arus Mudik Riau–Sumbar, Polda Riau Pastikan Lalin Lancar dan Personel Siaga 24 Jam


PEKANBARU, investigasitop– Pada Senin, 23 Maret 2026, Polda Riau melaksanakan pemantauan arus lalu lintas di jalur lintas Riau–Sumbar, khususnya di wilayah Kabupaten Kampar. Dari hasil monitoring, arus kendaraan terpantau cukup ramai namun tetap berjalan tertib dan lancar.


Kegiatan monitoring tersebut juga melibatkan Pejabat Utama Polda Riau, di antaranya Karo Ops Polda Riau dan Dansat Brimobda Polda Riau, sebagai bentuk sinergi dalam memastikan kesiapan pengamanan arus mudik. Di lokasi kegiatan, Dirlantas Polda Riau juga didampingi Kapolres Kampar beserta Pejabat Utama Polres Kampar.


Pengamanan arus mudik didukung penuh oleh personel yang tersebar di sejumlah titik strategis, meliputi Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), dan Pos Terpadu. Adapun pos yang aktif antara lain Pos Pam Kualu Nenas Tambang, Pos Pam Gerbang Tol Sungai Pinang, Pos Terpadu Bangkinang Kota, Pos Pam Gerbang Tol Tanjung Alai, serta Pos Yan XIII Koto Kampar.


Seluruh personel disiagakan selama 24 jam guna memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Selain itu, penguatan dilakukan melalui Tim RAICET Polres Kampar yang bersifat mobile untuk memantau situasi serta melakukan penguraian kepadatan apabila terjadi potensi kemacetan.


Berdasarkan data hingga H+3, volume kendaraan tercatat mencapai 112.640 unit atau mengalami peningkatan sebesar 1,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 110.712 kendaraan.


Terkait layanan di ruas Tol Pekanbaru–Bangkinang (Pekbang), Polda Riau bersama stakeholder telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas pada arus balik. Apabila terjadi peningkatan signifikan, akan diberlakukan penambahan gardu masuk di Gerbang Tol XIII Koto Kampar guna mencegah terjadinya penumpukan kendaraan.


Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan pelayanan demi terciptanya kelancaran dan keselamatan selama periode mudik.


“Kami memastikan seluruh personel dan sarana pendukung siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Penguatan di titik-titik rawan serta kesiapan rekayasa lalu lintas menjadi prioritas kami, agar arus mudik maupun arus balik dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali,” ujarnya.


Ia juga mengimbau kepada seluruh pengendara agar senantiasa tertib berlalu lintas serta saling menghormati sesama pengguna jalan. Ketertiban lalu lintas berawal dari kesadaran bersama.


“Selamat mudik, sampaikan salam kami untuk keluarga di kampung halaman. Mari kita ciptakan mudik aman, keluarga bahagia,” tutupnya.





Idam lanun 

SUASANA HANGAT KUNJUNGAN LEBARAN DI LAPAS BANGKINANG


Bangkinang, investigasitop– Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan kunjungan Hari Raya Idulfitri di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bangkinang pada Minggu, 22 Maret 2026. Di tengah ramainya keluarga warga binaan yang datang untuk bersilaturahmi, momen Lebaran terasa semakin bermakna dengan kehadiran Kepala Lapas Bangkinang, Alexander Lisman Putra.


Kepala Lapas Bangkinang tampak menyapa langsung warga binaan serta keluarga mereka di aula kunjungan. Dengan penuh keakraban, ia berinteraksi dan berbincang santai sehingga menciptakan suasana yang hangat dan humanis. Senyum dan canda ringan terlihat menghiasi pertemuan tersebut, mencerminkan kedekatan emosional yang terjalin pada momen hari kemenangan.


Tidak hanya menyapa, Alexander Lisman Putra juga turut menghibur para pengunjung dengan bernyanyi bersama keluarga warga binaan. Suasana pun semakin meriah dan penuh keakraban, memperkuat nuansa kebersamaan di tengah perayaan Lebaran.


Selain itu, ia juga menikmati hidangan kue Lebaran bersama warga binaan dan keluarga mereka. Momen sederhana tersebut semakin mempererat suasana kekeluargaan sekaligus menghadirkan nuansa Lebaran yang penuh makna di lingkungan lapas.


“Kami ingin memastikan bahwa suasana Lebaran di lapas tetap terasa hangat dan penuh kebersamaan, baik bagi warga binaan maupun keluarga yang datang berkunjung. Ini merupakan momen penting untuk mempererat tali silaturahmi,” ujar Alexander Lisman Putra.


Ia menambahkan bahwa pendekatan yang humanis menjadi salah satu komitmen dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih baik tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan ketertiban.


Dengan suasana yang berlangsung akrab dan kondusif, momen kunjungan Lebaran di Lapas Bangkinang tidak hanya menjadi ajang melepas rindu, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan harapan bagi warga binaan untuk terus menjalani pembinaan dengan lebih baik.




Mirza halawa 

Minggu, 22 Maret 2026

KUNJUNGAN HARI KEDUA LEBARAN DI LAPAS BANGKINANG MEMBLUDAK, SITUASI TETAP AMAN DAN KONDUSIF


Bangkinang, investigasitop – Pada hari kedua Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada Minggu, 22 Maret 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bangkinang dipadati oleh keluarga warga binaan yang datang untuk bersilaturahmi. Antusiasme terlihat meningkat dibandingkan hari pertama, dengan arus kunjungan yang terus berdatangan sejak pagi hingga sore hari.


Meski terjadi lonjakan jumlah pengunjung, situasi di dalam maupun di sekitar lapas tetap terjaga aman dan kondusif. Hal ini tidak terlepas dari kesiapsiagaan petugas lapas yang bekerja ekstra dalam mengatur alur kunjungan serta menjaga ketertiban.


Pengamanan juga diperkuat dengan adanya bantuan dari personel TNI dan Polri yang turut bersinergi dalam mengawal jalannya kunjungan Lebaran. Kehadiran aparat ini memberikan rasa aman bagi keluarga warga binaan serta memastikan seluruh proses berjalan tertib sesuai prosedur.


Kepala Lapas Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan pada momen Lebaran.


“Kami sudah mengantisipasi peningkatan jumlah pengunjung dengan menambah personel pengamanan serta berkoordinasi dengan TNI dan Polri. Alhamdulillah, hingga hari Minggu, 22 Maret 2026, seluruh kegiatan kunjungan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Alexander Lisman Putra.


Ia juga menambahkan bahwa pihak lapas tetap mengedepankan pelayanan yang humanis kepada keluarga warga binaan tanpa mengesampingkan aspek keamanan.


“Kami ingin memastikan bahwa momen Lebaran ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga binaan dan keluarga untuk bersilaturahmi, namun tetap dalam pengawasan yang ketat agar situasi tetap terkendali,” tambahnya.


Dengan pengaturan yang baik serta sinergi antarinstansi, pelaksanaan kunjungan Lebaran di Lapas Bangkinang pada hari kedua ini berlangsung lancar. Keluarga warga binaan pun diimbau untuk tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kenyamanan bersama.




Mirza halawa 

Sabtu, 21 Maret 2026

MOMENTUM IDULFITRI, LAPAS BANGKINANG SERAHKAN REMISI IDUL FITRI KEPADA 1.140 WARGA BINAAN

 

INFO_PAS BANGKINANG, Investigasi Top – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang pada hari ini menyerahkan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada sebanyak 1.140 warga binaan, Sabtu (21/03/2026).


Penyerahan remisi tersebut dilaksanakan secara khidmat seusai pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid At-Taubah yang berada di lingkungan Lapas Kelas IIA Bangkinang. Kegiatan ini menjadi momentum penuh makna, sekaligus wujud kehadiran negara dalam memberikan hak kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat.


Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menyampaikan bahwa pemberian remisi dilakukan secara selektif, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


“Remisi ini merupakan bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik selama menjalani masa pidana. Ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan berjalan dengan baik dan memberikan hasil positif,” ujar Alexander.


Berdasarkan data, dari total warga binaan yang diusulkan, sebanyak 1.140 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhak menerima remisi. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan penerima Remisi Khusus (RK) I atau pengurangan sebagian masa pidana, sementara sebagian lainnya memperoleh RK II atau langsung bebas setelah menerima remisi.


Rincian penerima remisi menunjukkan bahwa 1.137 warga binaan mendapatkan RK I dengan variasi pengurangan masa pidana, yakni 15 hari, satu bulan, satu bulan 15 hari, hingga dua bulan. Sementara itu, 3 warga binaan lainnya menerima RK II dan dinyatakan langsung bebas pada hari raya Idul Fitri.


Pemberian remisi ini tidak hanya menjadi hak warga binaan, tetapi juga mencerminkan tingginya partisipasi mereka dalam mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas. Hal ini menunjukkan komitmen Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada reintegrasi sosial.


Lebih lanjut, Alexander Lisman Putra berharap momentum Idul Fitri ini dapat menjadi titik awal bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri.

“Kami berharap remisi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus berperilaku baik, mengikuti setiap program pembinaan dengan sungguh-sungguh, serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” tambahnya.


Dengan adanya pemberian remisi ini, diharapkan warga binaan semakin termotivasi untuk menjalani masa pidana dengan penuh kesadaran dan semangat perubahan, serta mampu kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nantinya.

Mirza Halawa

Khidmat Idulfitri di Lapas Pekanbaru, 1.414 Warga Binaan Terima Remisi, 5 Langsung Bebas


Pekanbaru, investigasitop INFO_PAS – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru dalam pelaksanaan Sholat Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh warga binaan dan petugas ini berlangsung dengan tertib dan lancar di Masjdi At-Taubah Lapas Pekanbaru, Sabtu (21/3/2026).


Sholat Idulfitri menjadi momentum penting bagi warga binaan untuk meningkatkan keimanan serta mempererat rasa persaudaraan. Dalam khutbah yang disampaikan, para jamaah diajak untuk menjadikan hari kemenangan sebagai titik awal perubahan diri ke arah yang lebih baik.


Usai pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian remisi khusus Hari Raya Idulfitri kepada warga binaan. Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan remisi kepada perwakilan warga binaan yang berhak menerima.


Dari total warga binaan di Lapas Pekanbaru, sebanyak 1.414 orang mendapatkan remisi khusus (RK) Idulfitri. Rinciannya, sebanyak 1.409 orang menerima Remisi Khusus I (pengurangan Sebagian masa pidana), sementara 5 orang lainnya memperoleh Remisi Khusus II yang berarti langsung bebas pada hari tersebut.


Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemberian remisi ini merupakan bentuk perhatian negara terhadap warga binaan yang telah menunjukkan perubahan sikap selama menjalani pembinaan.


“Remisi ini adalah hak bagi warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif. Kami berharap ini menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus berperilaku baik, mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat,” ujar Yuniarto.


Ia juga menambahkan bahwa khusus bagi warga binaan yang langsung bebas, diharapkan dapat memanfaatkan momentum Idulfitri sebagai awal kehidupan baru.


“Kami berpesan kepada warga binaan yang hari ini langsung bebas agar dapat kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif, menjaga diri, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tambahnya.


Pihak Lapas Pekanbaru berharap, dengan adanya remisi ini, warga binaan dapat semakin termotivasi untuk terus memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan di masa mendatang. Kegiatan Idulfitri di Lapas Kelas IIA Pekanbaru ini menjadi wujud nyata pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritual warga binaan.



Mirza halawa 

Jumat, 20 Maret 2026

Plt Gubernur Riau Tegaskan Polda Tak Pernah Minta Dana Baznas, Jembatan Presisi Dibangun Skema Kolaboratif


Pekanbaru, investigasitop  - Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang diinisiasi Polda Riau sejak awal tidak pernah bergantung pada bantuan anggaran dari pemerintah daerah maupun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).


Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan bahwa inisiatif pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari gerakan kolaboratif yang digagas Polda Riau untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih terbatas akses infrastrukturnya.


“Sejak awal, Polda Riau tidak pernah meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Riau maupun Baznas terkait pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Ini murni gerakan kolaboratif yang dibangun atas semangat gotong royong,” ujar SF Hariyanto, Jumat (20/03/2026).


Ia menilai, pendekatan yang dilakukan Polda Riau justru menjadi contoh baik dalam membangun infrastruktur berbasis kolaborasi lintas sektor, tanpa membebani anggaran pemerintah maupun dana sosial masyarakat.


“Yang dibangun adalah semangat kebersamaan. Ada kontribusi dari dunia usaha melalui CSR, ada partisipasi masyarakat, dan ini menjadi model pembangunan yang sangat positif,” lanjutnya.


Lebih jauh, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi juga merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional yang berangkat dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kapolri kepada seluruh jajaran Polda di Indonesia, termasuk Polda Riau, untuk bergerak aktif mengeksekusi pembangunan infrastruktur sederhana yang mampu membuka akses wilayah, meningkatkan konektivitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Dalam konteks tersebut, Polda Riau hadir tidak hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di daerah-daerah yang masih membutuhkan sentuhan infrastruktur dasar.


Sementara itu, Polda Riau mengapresiasi niat baik dan kepedulian Baznas Provinsi Riau yang sempat berencana ikut berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut.


Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karorena) Polda Riau Kombes Pol Daniel Muharam menegaskan bahwa semangat kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.


“Pada prinsipnya, kami sangat mengapresiasi niat baik Baznas Riau. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat masih sangat kuat,” ujar Daniel.


Namun demikian, Daniel menjelaskan bahwa Polda Riau saat ini telah memiliki skema pembiayaan yang cukup dan berkelanjutan untuk pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.


“Pembangunan jembatan ini sejak awal kami dorong melalui pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, dunia usaha melalui CSR, akademisi, masyarakat, serta media. Alhamdulillah, kebutuhan pembiayaan dapat terpenuhi,” jelasnya.


Ia menambahkan, sebagian besar pembangunan jembatan didukung oleh CSR perusahaan serta partisipasi masyarakat dalam semangat gotong royong.


Seiring dengan dinamika yang berkembang, Baznas Provinsi Riau secara resmi memutuskan untuk membatalkan rencana kontribusi bantuan sebesar Rp.3 miliar dalam pembangunan tersebut.


Ketua Baznas Provinsi Riau Masriadi Hasan menyampaikan bahwa keputusan itu diambil sebagai bentuk evaluasi atas situasi dan respons publik yang muncul.


“Melihat dinamika yang berkembang saat ini, Baznas mengevaluasi kembali keikutsertaan dalam program ini,” ujar Masriadi.


Ia menegaskan bahwa sejak awal keterlibatan Baznas didasari oleh niat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.


“Program ini kami pandang memiliki manfaat besar bagi masyarakat,” jelasnya.


Masriadi juga menegaskan bahwa dana yang direncanakan berasal dari infak masyarakat yang penggunaannya bersifat fleksibel untuk kepentingan umum.


“Kami sangat memahami dan menghormati keputusan Polda Riau. Prinsip kami di Baznas adalah memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun, baik zakat, infak, maupun sedekah, disalurkan secara tepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Masriadi.


Namun demikian, Baznas memilih untuk tidak melanjutkan kontribusi tersebut demi menjaga kepercayaan publik.


“Kami tidak ingin merusak kepercayaan masyarakat. Dalam kaidah yang kami pegang, menghindari mudarat lebih diutamakan daripada mengambil maslahat,” tegasnya. 


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke Call Center 110.


PRESS RELEASE, Nomor: 162/lll/HUM.6.1.1/2026/Bidhumas Polda Riau 


Hormat kami,

Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si

Kabid Humas Polda Riau.


Sumber: Humas Polda Riau 



Sri Imelda 

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done