INVESTIGASI TOP

Senin, 16 Maret 2026

Lapas Narkotika Rumbai Terus Komitmen Wujudkan Zero Halinar Dengan Gelar Razia Insidentil


Pekanbaru, investigasitop - Dalam rangka Deteksi Dini dalam menangani potensi Gangguan Keamanan dan Ketertiban serta komitmen dalam mewujudkan zero halinar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai menggelar razia kamar hunian warga binaan, Senin (16/3/2026).


Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin pertama, yaitu memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan.


Razia berlangsung di blok hunian Lapas Narkotika Rumbai, melibatkan kegiatan penggeledahan menyeluruh, termasuk pemeriksaan barang-barang di kamar warga binaan dan penggeledahan badan secara langsung oleh petugas. Penggeledahan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada barang terlarang seperti narkoba, senjata tajam, atau barang-barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan.


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Edoward Nikelini Bangun didampingi Kepala Subseksi Pelaporan dan Tata Tertib, Wan Rezwanda, Kepala Subseksi Keamanan, Aidiel Candra serta Staf dan regu penjagaan.


“Sesuai arahan menteri imigrasi dan pemasyarakatan, mari sama-sama kita laksanakan point per point salah satunya meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini dalam upaya mengantisipasi timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban. Tingkatkan intensitas kontrol keliling blok hunian maupun lingkungan luar Lapas dan tingkatkan ketelitian dalam pemeriksaan barang dan orang yang masuk ke dalam Lapas,” ungkap Kasi Adm.Kamtib. 

Kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil dari razia.





Mirza halawa 

Teliti dalam Pemeriksaan, Petugas Lapas Narkotika Rumbai Berhasil Gagalkan Penyelundupan Paket Sabu-Sabu


Pekanbaru, investigasitop - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan paket sabu-sabu melalui layanan kunjungan warga binaan, Senin (16/03/2026).


Hal ini tidak lepas dari kecermatan petugas dalam melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP) penggeledahan terhadap barang pengunjung. Pelaksanaan tugas sesuai SOP ini merupakan langkah awal dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban yang bisa saja terjadi di lapas.


Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai, Reinhards Indra Pitoy tak henti-hentinya menghimbau para petugas untuk lebih ketat dalam pemeriksaan terhadap barang-barang maupun badan pengunjung yang masuk ke dalam Lapas.


"Waspada jangan-jangan, itulah kunci kecermatan seorang petugas pemasyarakatan dalam mengamati situasi dan gerak-gerik yang mencurigakan di sekitarnya. Hal tersebut tercermin pada peristiwa penggagalan penyelundupan paket sabu-sabu ini. Kedepannya kami akan terus meningkatkan kewaspadaan. Kami himbau bagi pengunjung maupun warga binaan jika melakukan pelanggaran tidak segan-segan akan kami proses hukum", tegasnya.


Kalapas Narkotika Kelas IIB Rumbai menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat layanan kunjungan dengan diamankannya satu orang dari anggota keluarga warga binaan inisial DH di ruang layanan kunjungan pada hari Senin (16/03/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.


Dari penggeledahan yang dilakukan oleh petugas terhadap pengunjung tersebut, didapati satu paket sabu-sabu yang disimpan di dalam pakaian pengunjung. Kemudian pengunjung tersebut dibawa keruangan Kamtib untuk dimintai kesaksian dan keterangan.


Nantinya warga binaan inisial DH akan dikenakan hukuman disiplin (register F) lalu dipindahkan ke straf cell untuk pembinaan lebih lanjut dan bagi keluarga yang bersangkutan tidak diperbolehkan untuk berkunjung dalam batas waktu yang belum ditentukan.




Mirza halawa 

Apel Pagi Lapas Pekanbaru, Kasubag TU Ingatkan Pentingnya Disiplin dan Integritas Petugas


Pekanbaru, investigasitop INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melaksanakan apel pagi pada Senin (16/03), yang bertempat di halaman Lapas Pekanbaru. Apel pagi tersebut dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Novindra.


Kegiatan apel pagi ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, staf, serta pegawai magang di lingkungan Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Apel berlangsung dengan tertib dan khidmat sebagai bentuk kedisiplinan pegawai sekaligus sarana penyampaian arahan kepada seluruh jajaran.


Dalam amanatnya, Novindra menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dan integritas sebagai dasar utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemasyarakatan. Ia mengingatkan seluruh petugas untuk selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi profesionalisme, serta menjaga nama baik institusi.


“Disiplin dan integritas merupakan hal yang sangat penting bagi setiap petugas. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta tetap menjaga sikap profesional dalam setiap pelaksanaan pekerjaan,” ujar Novindra dalam arahannya.


Selain itu, Novindra juga mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas, terlebih dalam momentum bulan Ramadhan. Ia menekankan agar seluruh petugas tetap menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas tetap kondusif.


Menurutnya, bulan Ramadhan seringkali membawa perubahan pada aktivitas harian, sehingga diperlukan kesiapsiagaan serta pengawasan yang lebih optimal dari seluruh petugas.


Melalui kegiatan apel pagi ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru dapat terus meningkatkan kedisiplinan, integritas, kewaspadaan, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan, sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.





Mirza halawa 

Safari Ramadhan Hadirkan Ustadz Ahmad Al-Habsyi, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Kajian Ramadhan Penuh Makna


Pekanbaru, investigasitop-Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai menggelar kegiatan Kajian Ramadhan yang menghadirkan Ustadz Ahmad Al-Habsyi sebagai penceramah dalam program Safari Ramadhan.Kegiatan ini mengusung tema “Ramadhan Maslahat Berdampak, Ramadhan Bulan Peduli Berbagi.” (16/3/2026)


Kajian yang dilaksanakan di lingkungan Lapas tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh para pegawai dan warga binaan.


Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Al-Habsyi menyampaikan pesan-pesan kebaikan mengenai pentingnya memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.


Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan pencerahan spiritual, sehingga nilai-nilai Ramadhan seperti kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak.


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan Ramadhan yang penuh keberkahan serta memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.




Mirza halawa 

Minggu, 15 Maret 2026

Rimba Satwa Foundation nyatakan komitmen dukung Green Policing Polda Riau


Bengkalis, investigasitop 15 Maret 2026 – Rimba Satwa Foundation menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan Polda Riau dalam upaya menjaga kelangsungan hidup satwa liar di Provinsi Riau, khususnya Gajah Sumatera, sekaligus mendukung implementasi program Green Policing yang dicanangkan oleh Kapolda Riau.


Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan koordinasi dan silaturahmi antara Rimba Satwa Foundation dengan jajaran Direktorat Intelkam Polda Riau, yang bertujuan memperkuat kerja sama dalam upaya perlindungan satwa liar serta pelestarian habitat alami yang semakin terancam akibat alih fungsi lahan dan aktivitas manusia.


Keberadaan Gajah Sumatera saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyusutan habitat hingga konflik antara manusia dan satwa. Melalui kolaborasi ini, diharapkan langkah-langkah mitigasi konflik serta upaya konservasi dapat dilakukan secara lebih terpadu dengan melibatkan aparat kepolisian, organisasi konservasi, dan masyarakat sekitar kawasan hutan.


Perwakilan Rimba Satwa Foundation, Solfarina menyampaikan bahwa dukungan terhadap program Green Policing merupakan bentuk partisipasi aktif organisasi konservasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Riau. “Kami melihat program Green Policing sebagai langkah strategis yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek keamanan, tetapi juga perlindungan lingkungan dan kelestarian satwa liar, khususnya Gajah Sumatera yang menjadi salah satu satwa kunci di ekosistem hutan Sumatera,” ujarnya.


Sementara itu perwakilan Direktorat Intelkam Polda Riau, Ipda Alfi Syahri menjelaskan bahwa pihak kepolisian siap mendukung berbagai upaya konservasi melalui pendekatan preventif, sosialisasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi dengan berbagai lembaga pemerhati lingkungan. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga habitat satwa dan mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.


Dalam kesempatan tersebut, Rimba Satwa Foundation juga memberikan testimoni dukungan terhadap program Green Policing Kapolda Riau sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam dan keberlangsungan hidup satwa liar di Provinsi Riau.


Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta model kerja sama yang berkelanjutan antara aparat kepolisian dan organisasi konservasi dalam menjaga ekosistem hutan, melindungi Gajah Sumatera, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih lestari bagi generasi mendatang.




Redaksi 

Polres Pelalawan Buka Puasa Bersama LAMR: Mempererat Silaturahmi dan Budaya Melayu Islami


Pelalawan, investigasi top- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kab. Pelalawan menggelar Buka Puasa Bersama pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Balai adat Datuk Setia Diraja Pkl. Kerinci. Kegiatan ini dihadiri oleh Waka Polres Pelalawan KOMPOL ASEP RAHMAT, SH., S.I.K., MM, Sekda Kab. Pelalawan H.T ZULFAN, S.E, dan Tokoh Agama Sdr. T. KAHAMARUZAMAN.


Pj. Ketua harian LAM Pelalawan, Datuk Sei Jafar, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi dan memperkuat budaya Melayu Islami. "Insha Allah ada hikmah di balik kegiatan buka bersama ini, dan mudah-mudahan dilimpahkan rejeki kepada kita semua," ujarnya. Datuk Sei Jafar juga berharap agar ke depan acara buka bersama dan safari ramadhan diisi dengan acara khataman al-qur'an.


Sekda Kab. Pelalawan, H.T ZULFAN, S.E, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memperkuat hubungan antara masyarakat dan aparat kepolisian. "Kegiatan ini bertujuan Mempererat silaturahmi (meraih kemenangan di bulan suci), saling berbagi rezeki, dan memperkuat budaya Melayu Islami," katanya.


Kegiatan Buka Puasa Bersama ini juga dihadiri oleh Panglima Besar Hulu Balang Kab. Pelalawan DATUK TARMIZI MASKAR, Ketua MKA Kab. Pelalawan Datuk ALVIN, dan Timbalan I ketua Harian Datuk JASFAR. Mereka semua sepakat bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat kepolisian.


Kegiatan ini berlangsung kondusif dan terkendali, dengan situasi aman dan lancar. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa depan.



Sri Imelda 

Viral, Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota TNI dalam Kegiatan Lansir BBM Diduga Ilegal

 

DUMAI, Investigasi Top – Dugaan keterlibatan seorang oknum anggota TNI dalam aktivitas pelansiran bahan bakar minyak (BBM) yang diduga ilegal menjadi perbincangan di tengah masyarakat dan viral di media sosial.


Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, oknum anggota TNI berinisial IL diduga terlibat dalam aktivitas pelansiran BBM lintas provinsi. BBM tersebut disebut-sebut berasal dari wilayah Provinsi Jambi dan didistribusikan ke sejumlah kota di Provinsi Riau.


Berdasarkan keterangan yang diperoleh, IL juga disebut-sebut sempat meminta agar identitasnya tidak dipublikasikan secara terbuka. Dalam aktivitas tersebut, ia diduga mengedepankan nama orang lain berinisial IM untuk menjalankan kegiatan pelansiran tersebut.


Selain itu, IM juga diduga melakukan perubahan pada armada pengangkut BBM dengan menggunakan mobil boks sebagai sarana transportasi. Modus ini diduga dilakukan untuk mengelabui petugas agar muatan BBM tidak mudah terdeteksi saat melintas di jalur distribusi antar daerah.


Dugaan aktivitas ini kembali menjadi sorotan publik setelah beredar melalui unggahan di media sosial TikTok dari akun “Hujan Paneh”, yang menyoroti aktivitas pelansiran BBM tersebut. Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan oleh warganet.


Aktivitas pelansiran BBM secara ilegal sendiri berpotensi melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 55 menyebutkan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah dapat dipidana penjara paling lama enam tahun serta denda paling tinggi Rp60 miliar.


Selain itu, kegiatan tersebut juga berpotensi melanggar Pasal 53 UU Nomor 22 Tahun 2001 yang mengatur bahwa setiap orang yang melakukan kegiatan usaha pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, dan niaga minyak dan gas bumi tanpa izin usaha dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan yang berlaku.


Saat dikonfirmasi oleh awak media, ILM membantah keras dugaan keterlibatan dirinya dalam aktivitas tersebut.


“Itu tidak benar,” tulisnya singkat melalui pesan singkat.


Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh seseorang yang mengaku sebagai teman dekat ILM bernama Imam. Ia menyebut bahwa ILM memang pernah menjalankan bisnis pelansiran BBM ke beberapa kota di Provinsi Riau, namun menurutnya kegiatan tersebut kini telah dihentikan.


“Sebagai teman dekat beliau, memang dulu dia pernah menjalankan usaha itu, Pak. Tapi sekarang beliau sudah berhenti,” ujar Imam.


Imam juga mengaku bahwa dirinya tidak hanya sebagai teman dekat, tetapi juga pernah menjadi rekan bisnis ILM. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya kendaraan yang digunakan dalam aktivitas tersebut merupakan miliknya yang dititipkan kepada ILM.


“Dulu kebetulan mobil itu milik saya dan saya titipkan kepada mereka. Namun karena sudah tidak sanggup lagi menjalankannya, mobil itu kemudian dikembalikan kepada saya,” jelasnya.


Menurut Imam, berbagai persoalan yang muncul, termasuk sorotan dari sejumlah pihak dan pemberitaan media, menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut dihentikan.


Ia juga menyebut bahwa setelah kendaraan tersebut dikembalikan, dirinya sempat bergabung dengan kelompok lain.


“Setelah mobil dipulangkan, kami sempat bergabung dengan grup Silalahi. Namun sekarang kami juga sudah tidak berada di sana lagi,” tambahnya.


Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh klarifikasi lebih lanjut mengenai dugaan aktivitas tersebut. (Tim)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done