INVESTIGASI TOP

Jumat, 20 Februari 2026

Masyarakat Gurun Panjang Bersyukur, Jalan Rawang Makmur Sepanjang Lebih dari 2 KM Akhirnya Dibangun

 


DUMAI, Investigasi Top – Penantian panjang masyarakat Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kapur, akhirnya terjawab. Setelah kurang lebih 30 tahun mendambakan perbaikan infrastruktur, Jalan Rawang Makmur yang selama ini belum pernah tersentuh pembangunan kini mulai dibangun dengan panjang lebih dari dua kilometer.


Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas warga di tiga Rukun Tetangga (RT), yakni RT 7, RT 8, dan RT 9. Selama bertahun-tahun, kondisinya memprihatinkan dan kerap dikeluhkan masyarakat. Saat musim hujan, badan jalan berubah menjadi lumpur dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sebaliknya, pada musim kemarau, debu tebal beterbangan dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga sekitar.


Bagi masyarakat, Jalan Rawang Makmur bukan sekadar akses biasa, melainkan jalur utama yang menunjang aktivitas sehari-hari. Anak-anak berangkat ke sekolah, pekerja menuju tempat kerja, hingga warga yang mengangkut hasil usaha dan kebutuhan rumah tangga, semuanya bergantung pada kondisi jalan tersebut.


Kini, harapan yang telah lama diperjuangkan akhirnya terwujud melalui proyek pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau. Alat berat telah beroperasi dan proses pengerjaan fisik mulai berjalan, disambut antusias oleh masyarakat setempat.


Lurah Gurun Panjang, Maskot, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan tersebut. Menurutnya, pembangunan Jalan Rawang Makmur merupakan hasil dari perjuangan panjang dan aspirasi masyarakat yang terus disuarakan melalui berbagai forum.


“Alhamdulillah, ini kabar baik bagi masyarakat. Aspirasi yang selama ini disampaikan melalui musrenbang dan usulan berjenjang akhirnya direalisasikan. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi warga,” ujarnya.


Ketua LPMK Gurun Panjang, Ahmad Fauzy, juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayahnya. Ia menilai pembangunan jalan ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.


“Jalan ini merupakan akses utama warga. Jika jalannya baik, maka aktivitas ekonomi masyarakat juga akan semakin lancar. Kami tentu berharap kualitas pengerjaan benar-benar diperhatikan agar tahan lama,” jelasnya.


Hal senada disampaikan Ketua Forum Ketua RT (FKRT) Gurun Panjang, M. Setia. Ia menyebutkan, kondisi jalan yang sebelumnya rusak kerap menjadi keluhan warga selama bertahun-tahun.


“Sudah lama masyarakat menunggu pembangunan ini. Dengan dimulainya pengerjaan, kami merasa sangat bersyukur. Ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat didengar dan diperhatikan,” katanya.


Sementara itu, tokoh masyarakat Gurun Panjang, Sungkono, mengungkapkan rasa haru atas dimulainya pembangunan jalan yang telah dinanti selama puluhan tahun.


“Kurang lebih 30 tahun kami menunggu. Selama ini hanya sebatas harapan dan usulan. Hari ini kami bisa melihat langsung alat berat bekerja. Ini momen yang sangat membahagiakan bagi masyarakat,” ungkapnya.


Masyarakat berharap proses pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi, sehingga Jalan Rawang Makmur benar-benar menjadi infrastruktur yang kokoh dan mampu menunjang aktivitas warga dalam jangka panjang.

Jumat Penuh Berkah, Warga Binaan Khusyuk Laksanakan Sholat di Masjid At-Taubah


Pekanbaru, investigasi top- Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali memfasilitasi pelaksanaan ibadah Sholat Jum’at bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar di Masjid At-Taubah, di bawah pengawasan petugas guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga pada (20/02/2026).


Rangkaian ibadah diawali dengan khutbah yang berisi pesan-pesan moral dan spiritual, mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Para warga binaan mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan dan kedisiplinan.


Kegiatan Sholat Jum’at ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian di Lapas Narkotika Rumbai, yang bertujuan membentuk karakter warga binaan agar memiliki bekal spiritual yang kuat sebagai landasan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.





Mirza halawa 

Kapolda Riau Kunjungi Pembangunan Jembatan di Desa Lubuk Agung,

 

XIIIKOTOKAMPAR, Investigasi Top - Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan bersama jajarannya meninjau dan pengecekan langsung pembangunan jembatan yang berada di Desa Lubuk Agung, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Jum'at (20/2/2026) sekira pukul 11.45 Wib.


Kapolda Riau bersama rombongan turun dari Helipad di lapangan Bola Kaki, Desa Ranah Sungkai, Kecamatan XIII Koto Kampar yang disambut langsung oleh Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan bersama PJU Polres Kampar 


Usai mendapatkan Kapolda dan rombongan langsung menuju ke Desa Lubuk Agung untuk melihat pembangunan jembatan di Dusun I, Desa Lubuk Agung.


Setelah meninjau lokasi pembangunan jembatan tersebut, rombongan langsung Ke mesjid Baitul Hikmah Dusun III Desa Lubuk agung untuk melaksanakan Sholat Jum'at. "Disana Kapolda bersama rombongan melaksanakan sholat Jum'at,"kata Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S.


Kapolres mengungkapkan bahwa Kapolda bersama rombongan untuk meninjau langsung kondisi wilayah sekaligus memantau progres pembangunan infrastruktur strategis, termasuk Jembatan Merah Putih Presisi yang saat ini tengah dikerjakan di Desa Lubuk Agung.


"Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan langkah strategis untuk membuka konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Pak KaPolda Riau dan jajaran,” ujar Kapolres.


Selanjutnya Kapolda dan rombongan langsung ke lapangan bola untuk kembali ke Pekanbaru menggunakan Helipad, "Alhamdulillah acara berjalan lancar dan aman,"ujar Kapolres.


Hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Wakapolda Riau Brigjen Pol. Dr.Hengki Heryadi, Karo Ops Polda Riau Kombespol.Ino Harianto, Dansat Brimob Polda Riau Kombespol I Ketut Gede Wibawa, Bupati Kampar Ahmad Yuzar. Kapolres Kampar Akbp.Boby Putra RS, Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat dan lainnya.

Kapolres Pelalawan Pimpin Launching Penggunaan Tanjak dan Selempang Personil Polres Pelalawan


PELALAWAN, investigasi top-- Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK memimpin apel Launching Penggunaan Tanjak dan Selempang bagi personil Polres Pelalawan, di halaman Mapolres Pelalawan, Jumat (20/02/2026) pagi.


Kegiatan penyematan oleh perwakilan personil Polisi Laki-Laki (Polki) disemakan tanjak dan personil polisi wanita (Polwan) dipasangkan selempang oleh Kapolres AKBP John, di saksikan Lembaga Adat Melayu (LAM) kabupaten Pelalawan.


"Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Pelalawan dalam mendukung pelestarian budaya melayu sebagai kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Riau," ujar Kapolres Pelalawan.


Dalam apel tersebut, turut hadir, Wakapolres Pelalawan, Kompol Asep Rahmat SH SIK, para Pejabat Utama (PJU) Polres Pelalawan serta perwakilan seluruh fungsi personil Polres Pelalawan.


Dipaparkan AKBP John Letedara, membacakan amanat Kapolda Riau, bahwa ini sebagai momentum penting dalam memperkuat pendekatan budaya (cultural approach) Polri kepada masyarakat Riau sekaligus mempertegas komitmen profesionalisme institusi.


"Penggunaan tanjak dan selempang bukan sekadar penambahan atribut seremonial, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam. Bahwa dalam khazanah Melayu, tanjak merupakan simbol marwah dan kehormatan. Tanjak merepresentasikan kedewasaan sikap, ketertiban berpikir, ketegasan karakter, serta komitmen menjaga adab dalam setiap tindakan," ungkap Kapolres Pelalawan.


Apalagi, setiap lipatan tanjak mencerminkan ketegasan dalam mengambil keputusan dan kerapian dalam mempertimbangkan langkah. Seorang laki-laki Melayu yang mengenakannya dituntut menjaga integritas pribadi dan tanggung jawab sosialnya.


Sedangkan selempang kata AKBP John, dalam perspektif adat Melayu melambangkan amanah yang dipikul. Posisinya yang melintang di dada mengandung pesan moral bahwa setiap tugas harus dijalankan dengan keberanian, kejujuran, dan keteguhan.


"Jadi kedua simbol tersebut menegaskan dua dimensi tanggung jawab yang melekat pada setiap anggota Polri, yakni tanggung jawab konstitusional sebagai aparat penegak hukum dan tanggung jawab kultural sebagai bagian dari masyarakat Melayu," ujarnya.


Kapolres juga menegaskan, bahwa profesionalitas kepolisian dan kearifan lokal bukanlah dua kutub yang saling berlawanan. Tapi sebaliknya, keduanya merupakan kekuatan yang saling menguatkan demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Provinsi Riau, khususnya di kabupaten Pelalawan.


"Pendekatan berbasis budaya akan membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat, sehingga kepercayaan publik (public trust) dapat semakin kokoh. Apalagi kekuatan utama Polri terletak pada kepercayaan masyarakat. Tanpa public trust, setiap tindakan kepolisian akan sulit memperoleh legitimasi," tutur AKBP John.


Oleh karena itu penggunaan tanjak dan selempang ini bukan sekadar simbol seremonial, tapi melainkan wujud nyata penghormatan terhadap budaya melayu yang sarat dengan nilai-nilai adat, etika, dan marwah. 


"Polri sebagai institusi yang bertugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat harus selaras dengan nilai budaya setempat. Jadi melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum 

Akan tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi adat dan budaya melayu,” tegas Kapolres.


Dengan dilaksanakannya launching ini, diharapkan semakin mempererat sinergi antara Polri dan Lembaga Adat Melayu Riau, serta memperkuat citra Polri yang humanis, berbudaya dan dekat dengan masyarakat.


Mengakhiri amanat Kapolda Riau, AKBP John memohon agar seluruh personel dapat menjaga integritas dan terus mengedepankan pelayanan publik yang responsif dan berkeadilan, sehingga Polri semakin dicintai dan dipercaya masyarakat.


"Dengan peluncuran ini, mari kita berkomitmen untuk menghadirkan institusi kepolisian yang tidak hanya profesional dalam penegakan hukum, tetapi juga selaras dengan identitas budaya daerah sebagai bagian dari harmonisasi antara negara dan masyarakat," tutur Kapolres Pelalawan lagi.


Sementara itu, Timbalan Satu Ketua Harian DPH LAM Kabupaten Pelalawan, Datuk H Jasfaar bangga dan memberikan apresiasi langkah Polda Riau dan Polres Pelalawan yang mengenakan tanjak dan selempang.


"Dengan mengenakan tanjak dan selempang oleh personel Polri. Ini simbol akan akan menambah rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya Melayu di Riau. Sebagaimana pepatah mengatakan di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” pungkas Datuk H Jasfaar.





Sri Imelda 

Kamis, 19 Februari 2026

Jumat Pertama Ramadhan, Harapan Menggema dalam Sholat Jumat Berjamaah di Lapas Pekanbaru

 


Pekanbaru, INFO_PAS, Investigasi Top – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melaksanakan ibadah sholat Jumat berjamaah bersama Kepala Lapas Pekanbaru, dan jajaran petugas Lapas Pekanbaru, Jumat (20/02/2026).


Dilaksanakan di jumat pertama pada bulan suci Ramadhan, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan selama menjalani masa pembinaan, khususnya di bulan suci yang penuh berkah ini.


Sejak menjelang waktu dzuhur, warga binaan tampak mempersiapkan diri dengan tertib dan khusyuk untuk mengikuti rangkaian ibadah Sholat Jumat. Petugas Lapas turut hadir dan berbaur bersama warga binaan, mencerminkan kebersamaan serta semangat pembinaan yang humanis.


Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Jumat berjamaah ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian, khususnya pembinaan kerohanian bagi warga binaan. Ia menegaskan bahwa momentum Ramadhan menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan memperbaiki diri.


“Sholat Jumat perdana di bulan Ramadhan ini menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan ketenangan batin serta menjadi bagian dari proses pembinaan agar mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ungkap Yuniarto usai melaksanakan sholat.


Suasana ibadah berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Dalam khutbahnya, Ustadz Wage Bajang Muhammad mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum introspeksi diri, meningkatkan ibadah, serta memperbanyak amal kebaikan.


Pelaksanaan kegiatan keagamaan ini juga sejalan dengan komitmen pembinaan yang diusung oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dalam membentuk warga binaan yang tidak hanya taat hukum, tetapi juga memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat.

Kejati Riau Melantik dan Mengambil Sumpah Jabatan Pejabat Eselon III di Wilkum Kejati Riau


Pekanbaru, investigasi top– Kajati Riau Dr. Sutikno, SH., MH., melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Eselon III di lingkungan wilayah hukum Kejati Riau di Sasana HM. Prasetyo. (19/02/2026)


Adapun pejabat yang dilantik, yakni:

– Oktavian Syah Efendi, SH., MH., sebagai Asisten Intelijen Kejati Riau

– Firdaus, SH., M.Hum., MM., M.Ikom., sebagai Kajari Rokan Hilir


Dalam sambutannya, Kajati Riau menyampaikan bahwa pelantikan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkuat niat pengabdian dan memperbarui komitmen dalam menjalankan amanah jabatan. Diharapkan, suasana spiritual di bulan penuh berkah ini semakin meneguhkan integritas, keikhlasan, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.


Sejalan dengan hal tersebut, para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu menjaga integritas, meningkatkan disiplin, serta bekerja secara cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, penting untuk membangun soliditas internal, memperkuat koordinasi lintas bidang, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa dalam setiap pelaksanaan tugas.


Dengan demikian, momentum pelantikan ini diharapkan menjadi awal pengabdian yang lebih optimal, dengan komitmen kuat untuk memberikan kontribusi nyata bagi institusi dan masyarakat di wilayah hukum Kejati Riau.






Sri Imelda 

RESMI DILUNCURKAN, LAYANAN BNN CALL CENTER 184 SIAP TERIMA LAPORAN DAN PENGADUAN


Jakarta, investigasi top 19 Februari 2026--Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi meluncurkan Layanan Call Center 184 sebagai wujud komitmen memperkuat akses layanan informasi dan pengaduan masyarakat terkait permasalahan narkotika. Peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti Ruang Layanan oleh Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, di Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (19/2).


Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa pembaruan Layanan Call Center 184 bukan sekadar modernisasi fasilitas, melainkan wujud nyata transformasi digital yang menjadi prioritas strategis BNN dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat akselerasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus memastikan kehadiran negara yang lebih responsif, cepat, dan solutif bagi masyarakat.


Melalui Layanan Call Center 184, masyarakat dapat memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, serta melaporkan dugaan tindak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan lebih mudah. Tidak hanya itu, layanan ini juga menjadi sarana konsultasi rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait mekanisme, prosedur, maupun akses layanan rehabilitasi secara cepat, aman, dan terpercaya.


Beroperasi penuh selama 7 x 24 jam, Layanan Call Center 184 menjadi simbol komitmen dan kesiapsiagaan BNN dalam memberikan pelayanan tanpa henti, sebagai wujud nyata bahwa negara tidak pernah “tidur” dalam melayani dan melindungi rakyatnya. Kepala BNN RI memastikan bahwa setiap data dan informasi yang masuk melalui layanan ini akan diperlakukan sebagai aset berharga yang dianalisis serta ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.


Lebih lanjut, Kepala BNN RI berharap pembaruan Layanan Call Center 184 yang diresmikan pada hari ini mampu menjadi katalisator bagi penguatan koordinasi lintas sektoral, baik di lingkungan internal BNN maupun dengan aparat penegak hukum lainnya. Sistem yang dibangun dalam Layanan Call Center 184 tersebut juga diharapkan mampu berfungsi sebagai dashboard informasi yang komprehensif, sehingga dapat membantu pengambil kebijakan dalam proses pengambilan keputusan yang berbasis data, akurat, dan tepat sasaran.



BIRO HUMAS DAN PROTOKOL


Sri Imelda 

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done