Rumbai Barat Bergejolak! Dugaan Arena Judi Sabung Ayam Terbesar di Pekanbaru Makin Liar Warga Gemetar Sebut Ada Oknum Paskhas & Polisi Turut Membekingi - INVESTIGASI TOP

Minggu, 05 April 2026

Rumbai Barat Bergejolak! Dugaan Arena Judi Sabung Ayam Terbesar di Pekanbaru Makin Liar Warga Gemetar Sebut Ada Oknum Paskhas & Polisi Turut Membekingi

 

Pekanbaru, Investigasi Top — Suhu tensi publik di Kecamatan Rumbai Barat kini mencapai titik didih. Warga Maharani dan sekitarnya mengaku sudah kehabisan kesabaran, lantaran aktivitas yang mereka sebut sebagai arena sabung ayam terbesar dan paling terang-terangan di Pekanbaru justru semakin marak dan nyaris tak tersentuh penertiban.

Lokasi yang dikenal warga dengan nama “Big Game – Valla’s Arena Pekanbaru” disebut setiap malam dipenuhi kerumunan besar dengan aktivitas yang oleh warga digambarkan sebagai perjudian terbuka tanpa rasa takut. Sejumlah warga bahkan menyebut situasi di lokasi itu seperti “zona bebas hukum”.

Yang membuat keresahan makin memuncak adalah adanya informasi tentang festival berhadiah fantastis—mulai dari motor, TV, hingga HP—yang menurut warga memiliki pola identik dengan agenda adu ayam berhadiah.

Isu Pembekingan Mencuat Kencang: Warga Takut Bicara, Nama Oknum dari Berbagai Unsur Disebut

Laporan warga yang diterima redaksi menggambarkan adanya lapisan penjagaan sangat ketat di lokasi tersebut. Warga menegaskan bahwa mereka tidak menuduh institusi, namun dengan suara bergetar menyebut dugaan keterlibatan oknum dari beragam unsur.

Nama unsur yang disebut warga antara lain:

Oknum yang dikaitkan masyarakat dengan Paskhas TNI AU

Oknum kepolisian yang terlihat mengawal lokasi

Oknum yang menurut warga berkaitan dengan Polsek Rumbai Barat

Oknum yang dikaitkan dengan Polresta Pekanbaru

Nama yang disebut-sebut ada hubungannya dengan Polda Riau

Oknum pemuda lokal

Oknum perangkat lingkungan

Oknum yang mengaku-ngaku wartawan

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan bersuara lirih:

“Kalau malam, yang jaga itu orang kepercayaan. Penampilan dan cara berdirinya saja sudah membuat kami takut. Kami percaya ini oknum per orang, bukan institusi. Itu kenapa kami minta aparat bersih yang turun, bukan yang di sekitar lokasi.”

Ketakutan warga bukan tanpa alasan. Mereka mengaku, siapa pun yang mencoba memotret atau merekam dikabarkan bisa langsung diintimidasi.

Inisial ‘I’ dan ‘O’ Kembali Muncul di Suara Publik

Dalam berbagai obrolan masyarakat, dua nama terus disebut:

‘I’, yang warga sebut sebagai pihak pengendali utama

‘O’, yang disebut sebagai pengontrak dan pengelola arena

Redaksi kembali menegaskan bahwa seluruh nama tersebut berasal dari informasi warga, belum diverifikasi, dan tidak dapat dinyatakan sebagai fakta hukum.

Mata Warga Melihat Jelas: Aktivitas Malam Diduga Seperti “Pusat Judi Terlari”

Sejumlah warga menggambarkan suasana malam hari di lokasi itu lebih seram dibanding keramaian pasar malam:

Sabung ayam berhadiah motor

Judi dadu dengan taruhan besar

Judi kartu Song/Remi

Uang tunai beredar dalam jumlah mencengangkan

Kerumunan padat hingga dini hari

Penjagaan berlapis-lapis oleh oknum tertentu

Warga menilai situasi sebesar ini mustahil tidak terpantau aparat:

“Kalau hanya ramai 20–30 orang mungkin bisa luput. Tapi ini ratusan! Semua parkir penuh. Lampu terang. Suara gaduh sampai luar gang. Tidak mungkin tidak terlihat,” ujar seorang warga.

Polda Riau Diharapkan Turun Membereskan “Benang Kusut” Dugaan Oknum

Tiga lapis aparat diminta turun langsung:

1. Polda Riau

Diminta memimpin supervisi, mengusut tuntas bila benar ada oknum yang mencatut nama institusi, serta memastikan tidak ada pembekingan personal.

2. Polresta Pekanbaru

Diharapkan mengambil langkah investigatif dan menentukan apakah ada pembiaran atau kelalaian.

3. Polsek Rumbai Barat

Sebagai garda terdekat, warga berharap tindakan cepat untuk menertibkan lingkungan yang sudah sangat meresahkan.

Tokoh masyarakat dengan suara tegas menyampaikan:

“Institusinya tidak salah. Yang merusak hanya oknum. Kami meminta aparat yang bersih dan berani untuk turun, agar masyarakat percaya hukum masih ada.”

Redaksi Menegaskan: Semua Informasi Berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik

Isi berita ini:

Berdasarkan laporan langsung dan kesaksian warga

Belum diverifikasi secara hukum

Masih menunggu klarifikasi resmi aparat

Tidak menuduh institusi mana pun

Hanya menyampaikan keresahan publik secara apa adanya

Warga Menunggu Langkah Nyata: “Aparat Bersih, Tolong Turun Sekarang!”

Warga Maharani menegaskan bahwa mereka tidak ingin konflik, mereka hanya meminta kepastian hukum dan rasa aman.

Seorang warga menutup pernyataannya dengan suara keras:

“Kami sudah cukup lama diam. Semua sudah kami sampaikan. Sekarang kami hanya menunggu keberanian aparat bersih untuk turun dan membuka semuanya. Jangan biarkan Rumbai Barat jadi daerah bebas hukum.”

Tim

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done